by

Ruben Dias Seperti Van Dijk di Liverpool

Ruben Dias langsung memberikan pengaruh besar untuk Manchester City seperti yang ditunjukkan Virgil van Dijk di Liverpool.

Dias direkrut Man City dari Benfica pada 29 September 2020. Ia didatangkan dengan nilai transfer 64,3 juta poundsterling atau setara Rp1,2 triliun dengan kontrak selama enam tahun hingga 30 Juni 2026.

Kehadiran Dias langsung memberikan dampak besar buat pertahanan The Citizens. Sektor belakang Man City kini jauh lebih solid sehingga membuat Ederson lebih tenang dalam menjaga gawangnya.

Man City saat ini jadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit di Liga Inggris. Man City baru kebobolan 13 gol dari 20 laga.

Jumlah kebobolan Man City itu jauh lebih baik ketimbang dua pesaing dalam perburuan gelar Liga Inggris, Manchester United dan Liverpool. Gawang MU sudah kebobolan 27 gol, sementara The Reds sudah 24 kali kebobolan.

Selain membuat pertahanan tim lebih solid, sosok Dias juga membuat tandemnya di jantung pertahanan tampil lebih baik. Dias membuat John Stone yang selama ini tampil angin-anginan bisa bermain lebih konsisten.

Dampak yang diberikan Dias untuk Man City ini mirip dengan kontribusi Van Dijk untuk Liverpool. Bek asal Belanda itu langsung memberikan perbedaan usai direkrut Liverpool dari Southampton.

Van Dijk membuat pertahanan Liverpool tak lagi mudah ditembus. Pemain yang sedang dalam pemulihan cedera ACL itu juga membuat rekan di jantung pertahanan seperti Joe Gomez, Joel Matip, atau Dejan Lovren yang telah hengkang ke Zenit St Petersburg bermain lebih baik.

Van Dijk juga berandil besar atas sukses Liverpool meraih gelar Liga Inggris dan Liga Champions. Efek dari absennya Van Dijk karena cedera juga begitu terasa buat pertahanan tim kota pelabuhan.
Lihat juga: Top Skor Liga Inggris: Fernandes Panaskan Persaingan

Pelatih Man City, Pep Guardiola juga memberikan pujian kepada Dias. Guardiola mengaku sangat puas dengan performa yang diperlihatkan bek timnas Portugal itu.

“Dia bukan hanya pemain yang tampil bagus, dia pemain yang membuat pemain lain bermain bagus juga. Dia berbicara selama 90 menit, berkomunikasi selama 90 menit, 90 menit mengatakan apa yang harus mereka lakukan. Saat itu terjadi, sulit buat saya dan dia tak tergantikan,” ucap Guardiola seperti dilansir Independent. (INT)

Comment