by

Rupiah Pimpin Penguatan Mata Uang Asia ke Rp14.657

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.657 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (20/10) sore. Mata uang garuda menguat 50 poin atau 0,34 persen jika dibandingkan kemarin sore, yaitu Rp14.707.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.729 per dolar AS atau menguat dari Rp14.741 per dolar AS pada akhir pekan lalu.
Rupiah memimpin penguatan mata uang di kawasan Asia. Diikuti oleh won Korea Selatan 0,24 persen, dolar Singapura 0,05 persen, dan yuan China 0,04 persen.
Namun, dolar Hong Kong dan peso Filipina stagnan. Sedangkan, yen Jepang melemah 0,09 persen, rupee India minus 0,14 persen, baht Thailand minus 0,17 persen, dan ringgit Malaysia minus 0,21 persen.
Sebaliknya, mayoritas mata uang utama negara maju berada di zona hijau. Hanya dolar Australia yang melemah 0,37 persen.
Euro Eropa menguat 0,14 persen, poundsterling Inggris 0,12 persen, franc Swiss 0,12 persen, rubel Rusia 0,06 persen, dan dolar Kanada 0,04 persen.
Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan nilai tukar didukung oleh kelanjutan pembahasan paket stimulus ekonomi AS. Kabar terbaru, Ketua DPR AS Nancy Pelosi telah menetapkan batas waktu kesepakatan finalisasi paket tersebut.
“Pasar terus memantau jelang batas waktu Selasa yang diberlakukan untuk meloloskan stimulus AS yang terbaru,” ucap Ibrahim.
Artinya, kesepakatan paket stimulus ekonomi tak perlu menunggu gelaran pemilihan umum AS yang baru diadakan pada bulan depan.
Selain itu, penguatan rupiah dan mata uang lainnya juga didukung oleh kelanjutan pembicaraan mengenai Brexit antara Inggris dan Uni Eropa.
Pasar juga mempertimbangkan sikap bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) yang akan memberikan kebijakan akomodatif untuk menanggapi kelanjutan pandemi virus corona atau covid-19.
Di dalam negeri, penguatan rupiah tidak mendapat sentimen berarti meski ada demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang berlanjut hari ini. Demo berlangsung tepat di momentum satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Pasar domestik juga terus memantau perkembangan ekonomi Indonesia terkini, meski sudah dipastikan akan berada di jurang resesi. (INT)

Comment