by

Rusun Ongkoliong Masuk Sibaru 2022

beritakotaambon.com – Program Rumah Susun (Rusun) untuk korban kebakaran Ongkoliong, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Ambon dari Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah masuk di Sistem Informasi Bangunan Baru (Sibaru) tahun 2022 mendatang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), saat ini lagi mengurusi legalitas, sertifikat tanah di Ongkoliong yang akan dibangun rusun dari Kementerian PUPR itu.

Baca juga: Satgas Covid-19 Ambon Akan Evaluasi Aplikasi PeduliLindungi

Prioritas pembangunan rusun ini, hanya khusus bagi korban kebakaran yang tidak memiliki sertifikat tanah. Sementara yang punya sertifikat, tidak akan mendapatkan rusun. Dimana dari jumlah 89 kepala keluarga (KK) korban kebakaran Ongkoliong itu, 18 KK diantaranya memiliki sertifikat tanah.

Kepala Dinas PRKP Kota Ambon, Rustam Simanjuntak menjelaskan, korban yang tidak punya sertifikat tanah itu, karena dulu CV 45 sebagai pemilik yang membangun ruko, karena tidak mampu membayar tagihan atau angsuran di BPDM. Sehingga sebagai bank pelat merah milik pemerintah provinsi, mengambil alih lokasi tanah tersebut.

“Kita lagi koordinasi dengan provinsi, karena memang kementerian pada akhirnya mereka harus minta sertifikat, bukti kepemilikan lahan itu. Bahwa itu pemerintah provinsi punya, misalnya begitu. Tapi yang jelas sudah masuk di Sibaru 2022,” terangnya.

Baca juga: Kejar Target, Dinkes Ambon Wacanakan Vaksin Lansia Door to Door

“Prioritas rusun, tentu ke mereka yang tidak punya sertifikat. Awalnya kita mau bersihkan sampai masjid ke sana. Dengan rencana awal, akan direlokasi ke Ahuru Air Besar yang mereka tinggal tempati, tapi mereka tidak mau. Karena ada kepentingan kelompok disitu, masyarakat dipengaruhi,” beber Simanjuntak.

Disinggung ketika pembangunan rusun tuntas di 2022 apakah akan disewakan, Simanjuntak mengaku, nanti dilihat kemudian seperti apa mekanisme penempatannya.

“Yang penting prinsip kita bangun dulu. Soal nanti kedepan seperti apa, itu nanti kewenangan pimpinan, bukan saya. Karena saya cuma fokus bangun saja,” sebutnya.

Terkait dana pembangunan rusun sendiri, lanjut Simanjuntak, masih fluktuatif. Sebab pengalaman di Rusun Nania, Kementerian anggarkan sekitar Rp 3 miliar, di luar APBD Kota Ambon.

“Kalau kita bikin seperti di Nania misalnya empat lantai, paling anggaran ada kemungkinan sekitar itu (3 miliar). Karena belum muncul berapa di sana (Ongkoliong),” tutupnya. (IAN)

Baca juga: Bayar Angkot Pakai Barcode, Anos: Ini Kebijakan Tidak Populer

Comment