by

Rutan Ambon Deklarasi Zero Handphone

beritakotaambon.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II Ambon, deklarasikan Zero Handphone, Selasa (21/9). Seluruh petugas Rutan Ambon menandatangani deklarasi, yang dipimpin langsung Plt Kepala Rutan Ambon, Fifi Firda.

Lewat rilisnya kepada media ini, Rabu (22/9), Fifi berharap, dengan deklarasi tersebut, seluruh petugas Rutan Ambon dapat mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas. Serta dapat mematuhi segala aturan yang berlaku.

Sebab, pelaksanaan deklarasi ini merupakan implementasi dari surat edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Nomor PAS-06.PK.01.04 tahun 2011 tentang Larangan Penggunaan Alat Komunikasi Handphone di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rutan.

Baca juga: Taman I Ambon Terpantau CCTV

“Hal ini juga sebagaimana yang telah diinstruksikan sebelumnya oleh bapak Dirjenpas, Reynhard Silitonga. Yang mana Lapas maupun Rutan harus bebas dari peredaran dan penggunaan handphone. Baik itu kepada petugas saat melaksanakan tugas maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP),” tegas Fifi.

Ia menyebutkan, handphone merupakan salah satu alat komunikasi yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di dalam Rutan. Dan dengan deklarasi tersebut, diharapkan segala bentuk gangguan kamtib di dalam Rutan Ambon dapat diminimalisir dengan baik.

“Setiap petugas yang melewati pintu tiga, agar menitipkan ponsel ke dalam loker yang telah disediakan. Jangan pernah lakukan kerja sama dengan WBP, dalam hal menyelundupkan handphone ataupun benda-benda terlarang lainnya di dalam Rutan. Jika kedapatan maka akan ditindak tegas,” pesannya.

Menurut dia, dengan adanya komitmen pernyataan bersama itu, akan menjadikan satu bentuk landasan bagi petugas dalam melaksanakan kinerjanya. Sehingga tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Baca juga: Pimti Kanwil Beri Penguatan ke Jajaran Lapas Saparua

Selain itu, sambung dia, langkah itu juga sebagai fungsi pengawasan yang melekat. Baik diantara sesama petugas maupun kepada WBP. (UPE)

Comment