by

Rutan Masohi Jadi Sasaran Tim Monev Kemenkumham

beritakotaambon.com – Rutan Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, kembali dikunjungi Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Maluku, Kamis (26/8).

Kegiatan Monev kali ini, dipimpin langsung Kepala Bagian Umum, Kanwil Kemenkumham Maluku, La Margono, untuk melaukan pemeriksaan pada bagian Pengelolaan Rutan Masohi, meliputi kepegawaian, keuangan dan Barang Milik Negara (BMN).

Kepala Rutan Masohi, Bayu Muhammad beserta jajaran menerima langsung kedatangan Tim Monev Kanwil Maluku, pada ruangan kerja Karutan. Sebagai pembuka, Bayu menyampaikan kondisi terkini Rutan Masohi tentang SDM meliputi jumlah pegawai dan personil keamanan. Hal ini juga yang menjadi langkah awal dalam masa kepemimpinannya yang baru 8 bulan.

“Minimnya jumlah pegawai tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak memberikan kinerja yang optimal, dalam pelayanan dan pembinaan WBP (warga binaan pemasyarakatan),” terang Bayu, lewat rilis Kemenkumham Maluku kepada media ini.

Baca juga: Petugas dan Anak LPKA Ambon Dites Urine

Hal kedua yang tidak kalah pentingnya, kata dia, dalam pembenahan Rutan adalah Sarpras (sarana dan prasarana). Dan Rutan sudah bukan menjadi tempat yang menakutkan dan menyeramkan, namun sebaliknya harus memenuhi unsur humanis dan mengutamakan pelayanan masyarakat.

Salah satunya tentu dengan pembenahan dan mempertahankan BMN yang sudah ada. Pengelolaan anggaran yang baik adalah kunci dalam keberhasilan keberlangsungan pengelolaan penyelenggaraan dinas.

Hal ketiga yang menjadi perhatian, tambah Bayu, untuk melengkapi pemberitaan akan pentingnya publikasi, bahwa Rutan Masohi harus terus bergerak berkesinambungan menuju arah kebaikan. Maka kehumasan menjadi sangat penting. “Oleh karenanya dalam pembentukan tim Kehumasan Rutan Masohi dilaksanakan secara selektif,” pungkas Bayu.

Sementara itu, Kabag Umum Kemenkumham, La Margono menambahkan, Monev dilakukan untuk memantau apakah Unit Pelaksana Teknis (UPT) sudah melakukan tugas sesuai dengan tugas dan fungsi. Monev pada Rutan Masohi dilakukan untuk meninjau, agar dapat diajukan menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2022.

Menurutnya, masih ada beberapa UPT yang pengelola keuangannya tidak sesuai dengan aturan, sehingga Monev ini perlu dilakukan. “Semoga Rutan Masohi tidak begitu. Saya pribadi sangat mendukung Rutan Masohi untuk menuju WBK tahun depan,” terang Margono.

Dikatakan, Kanwil Kemenkumham Maluku sudah melewati tahap Tim Penilai Internal (TPI). Tercapainya tahap tersebut berkat semangat dan kesatuan kinerja seluruh pegawai Kanwil Kemenkumham Maluku. “Sehingga diharapkan, Rutan Masohi memiliki rasa semangat dan kesatuan yang sama pada WBK tahun 2022,” pintanya.

Baca juga: Petugas Bapas Ambon Lulusan Terbaik Pelatihan PK

Diakhir kegiatan, Margono yang didampingi Karutan beserta jajaran, juga menyempatkan diri untuk berkeliling blok dan meninjau area pekerbunan luar Rutan Masohi.

Dimana Rutan Masohi telah memiliki pekerbunan jeruk nipis, limau dan lemon cina, pisang, ladang cabai, kacang dan kelapa, serta peternakan unggas. Adapun hasil dari perkebunan dan peternakan tersebut merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) bagi Rutan Masohi. (UPE)

Comment