by

Saadiah: Pengerjaan Talud Dam Way Ela Amburadul

Anggota DPR RI Dapil Maluku, Saadiah Uluputty angkat bicara terkait ambruknya talud Dam Way Ela paska hujan deras yang mengguyur Kota Ambon dan sekitarnya beberapa hari lalu. Politisi PKS ini menilai, pekerjaan talud tersebut dikerjakan asal-asalan oleh CV Tunggal Jaya.

Sebab, talud yang dikerjakan ini pernah ambrol di pertengahan November 2020 lalu. Dan kembali diperbaiki, dengan fase masa pemeliharaan selama 160 hari sejak pengerjaan proyek selesai. Namun di awal Juli 2021 lalu, talud ini kembali roboh saat dihantam banjir saat hujan deras hingga sejumlah talud pada sisi kiri sungai hanyut terbawa banjir. Air pun merembes masuk ke lingkungan warga, hingga satu rumah rusak akibat banjir.

Menurut Saadiah, pekerjaan talud sekedar asal-asalan dan tidak menyelesaikan masalah untuk tujuan normalisasi sungai. “Perihatin dengan kondisi meluapnya (banjir) Sungai Wae Ela, yang memakan korban harta dan rumah masyarakat setempat,” tandasnya, saat dihubungi wartawan, Kamis (15/7).

Mantan anggota DPRD Maluku ini juga menyayangkan pekerjaan pengendalian banjir dengan tujuan normalisasi sungai yang tidak maksimal. Padahal, dengan adanya normalisasi itu diharapkan air akan mengalir searah hingga ke hilir, tanpa harus merembes ke permukiman warga.

“Pada dasarnya, dampak positif menormalisasi sungai dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dari suatu sungai ya, untuk dapat mengalirkan air hujan kembali ke laut. Apabila dikerjakan dengan baik, maka akan efektif dalam mengurangi jumlah dan luasan genangan banjir,” terangnya.

Dirinya juga mengaku, akan meminta penjelasan dan perhatian Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan, Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR) . “Untuk memberikan penjelasan dan memperhatikan pembangunan di daerah,” tutup Uluputty. (MG-2)

Comment