by

Saksi di Korupsi BOS SMK 3 Malteng Rampung

Ambon, BKA- Sejauh ini, tim penyidik Kejaksaan Negeri Ambon Cabang Banda Neira menyatakan rampung untuk keterangan saksi-saksi dalam kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tahun anggaran 2015-2019 di SMK Negeri 3 Malteng di Banda Neira.

“Saksi-saksi yang kita periksa sudak selesai, tidak ada lagi, artinya semua keterangan saksi-saksi sudah selesai dirampungkan penyidik,” ungkap Kacabjari Banda Neira, Ardian Junaedi kepada koran ini, Jumat (29/1).

Kata dia, untuk penyidikan kasus ini, tidak lama lagi penyidik akan melakukan tahap II ke penuntut umum.
“Tidak lama lagi, kita sudah tahap II, namun yang jelas kita saat ini masih fokus pada pengakuan tersangka bahwa akan melakukan pengembalian,” jelasnya.

Dia mengaku, tersangka berjanji akan mengembalikan semua kerugian negara dalam perkara ini. Hanya saja, sampai kini belum juga dilakukan, padahal, berkas perkara ini sudah rampung. “Tersangka berjanji akan kembalikan uang kerugian negara. Kita berharap ketika persidangan nanti tersangka sudah melakukan itu, sehingga bisa meringankan hukumannya,” tandasnya.

Sebelumnya, kasus korupsi yang menyeret kepsek SMK Negeri 3 Malteng inisial RL selaku tersangka, sudah dinyatakan rampung 95 persen.

“Perampungkan berkas sekarang kita dilakukan. Kalau dihitung pakai persen, sudah 95 persen begitu,” ungkap Kacabjari Banda Neira, Ardian Junaedi, ketika dihubungi koran ini, Senin (11/1).

Untuk melangkapi berkas perkara yang masih kurang, penyidik juga akan memeriksa saksi meringankan dari tersangka. Sebab sesuai pengakuan tersangka, dirinya akan menghadirkan saksi meringankan, sebelum berkas perkara ini dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Ambon.

“Jadi kita akan periksa saksi meringankan dari tersangka lagi. jadwalnya dalam waktu dekat sudah kita periksa. Muda-mudahan tidak ada halangan, supaya agendanya berjalan lancar,” bebernya.

Terhadap kasus ini, penyidik Kecabjari Banda Neira menetapkan Kepala SMK Negeri 3 Kabupaten Maluku Tengah di Banda Neira sebagai tersangka, setelah memeriksa sejumlah saksi-saksi, disertai bukti-bukti pendukung lainnya.
Modus korupsi dalam penyidikan ditemukan, pada tahun 2015-2019, sekolah tersebut mendapat kucuran dana BOS dari pemerintah untuk dipergunakan bagi kepentingan sekolah sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dana BOS.
Namun tersangka mengelola uang miliaran rupiah tersebut tidak sesuai juknis. Misalnya, melakukan mark-up, pencarian fiktif, tandatangan dipalsukan untuk pencairan gaji guru-guru honor.

Sesuai hasil hitungan BPKP Maluku, jumlah kerugian keuangan negara dalam perkara ini sebesar Rp 600 juta lebih.
Tersangka disangkakan dengan pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 64 KUHP. (SAD)

Comment