by

Saksi Kunci Kasus Satpol PP Bursel Segera Digarap

Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru menjadwalkan kembali pemeriksaan saksi kunci, kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengadaan pakaian dinas pegawai dan Linmas di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buru Selatan (Bursel), tahun anggaran 2015, 2018 dan 2019, pada pekan ini.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buru, Azer Jongker Orno, mengungkapkan, untuk perkara Satpol PP Buru Selatan, saat ini masih difokuskan pada pemeriksaan seorang saksi berinisial HN.

HN merupakan pemilik toko pakaian yang menjual perlengkapan TNI, Polisi, dan Linmas di Bandung, Jawa Barat.

“Terkait dengan kasus Satpol Buru Selatan 2015, 2018 dan 2019, tim penyidik sementara berangkat ke Jakarta, dalam hal ini pak Kajari sendiri selaku tim penyidik juga akan melakukan pemeriksaan secara langsung di Bandung,” kata Orno, kepada BeritaKota Ambon, di ruang kerjanya, Senin (24/5).

Walau begitu, Kasi Intel Kejari Buru itu belum bisa memastikan, kapan pemeriksaan terhadap saksi berinisial HN tersebut dilakukan. Namun yang pasti, tim penyidik dudah berada di Jakarta untuk kepentingan pemeriksaan saksi di Bandung.

“Saya kurang tahu pasti kapan pemeriksaan, jadwalnya perlu saya tanyakan lagi yang pasti. Namun, yang jelasnya pak Kajari sudah berangkat dengan pesawat dari Namlea,” ujar dia.

Ia menambahkan, setelah pemeriksaan saksi berinisial HN, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit kerugian keuangan negara dalam perkara itu.

Terpisah, Kajari Buru, Muhtadi, yang dikonfirmasi via WhatsApp, mengungkapkan, pemeriksaan saksi kunci berinisial HN, itu akan dilaksanakan pada 27 Mie 2021, di Bandung, Jawa Barat.

“Kalau tidak ada halangan, hari Kamis tanggal 27 Mei, kami akan melakukan pemeriksaan yang bersangkutan (HN) di Bandung,” singkat Muhtadi, kepada BeritaKota Ambon, Senin (24/5).

Diberikan sebelumnya, orang nomor satu di Kejari Buru itu mengungkapkan, sebelumnya telah memeriksa seorang saksi berinisial HN secara virtual, pada 7 Mei 2021 lalu.

Pemeriksaan itu berlangsung selama 4 jam, mulai pukul 09.00 Wit hingga pukul 13.00 Wit. Pertanyaannya seputar pembelian pakaian Linmas yang dilakukan langsung Kasatpol PP Bursel, Asnawi Gay.

“Lebih kurang ada 26 pertanyaan. Pertanyaan itu berkisar seputar pembelian barang dan kita sudah mendapatkan harga masing-masing item ya. Jadi pakaian Linmas berapa, kemudian topi berapa, sepatu berapa? Sehingga dari pengadaan 2019 itu, sudah bisa kita hitung kerugian keuangan negaranya sekitar Rp 200 juta,” sebutnya.

Namun pemeriksaan itu belum selesai dilakukan. Dia memastikan akan memeriksa saksi secara langsung, di Bandung. “Kami akan bacakan berita acara pemeriksaan kepada bersangkutan dulu, apakah keterangannya jelas dan sesuai pemeriksaan melalui zoom atau tidak,” jelas Muhtadi.

Seperti diketahui, HN menerima pesanan baju linmas langsung dari Kasatpol PP. “Dia ini sebagai vendor dan juga saksi kunci, untuk bisa mengetahui apakah ada penambahan kerugian keuangan negara,” jelasnya.

Sementara dalam proyek pengadaan tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yakini Carolus E. Tupan, sementara Boyke Manutilaa menjabat sebagai Bendahara Satpol PP Bursel dan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang juga Kepala Satpol PP Bursel, Asnawi Gay. (MSR)

Comment