by

Saksi Tambahan Dikasus Speedboat MBD

Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku mengagendakan pemeriksaan saksi tambahan, untuk melengkapi berkas perkara tiga tersangka kasus korupsi pengadaan speedboat di kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Agenda pemeriksaan saksi tambahan dikasus itu akan dilakukan di Moa, Kabupaten MBD, berdasarkan petunjuk jaksa.

“Masih dilengkapi. Kita rencana akan memeriksa beberapa saksi tambahan di Moa,” jelas Kanit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Maluku, Kompol Gerald Wattimena, Senin (17/5).

Menurutnya, tertahannya berkas perkara Oddie Orno Cstersebut lantaran akses transportasi yang ditutup, menyusul larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah selama hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

“Karenan libur lebaran dan bandara tutup, jadi saat ini kita belum bisa ke Moa untuk periksa tambahan beberapa saksi. Tapi ini karena lebaran sudah usai, kita agendakan dalam waktu dekat ke MBD,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah melalui perampungan berkas perkara, penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Maluku akhirnya menyerahkan berkas tiga tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan Speedboat di kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) ke Kejaksaan Tinggi Maluku untuk diteliti atau tahap I.

Berkas ketiga tersangka, masing masing, Mantan kadis perhubungan MBD Oddie Orno, Kontraktor pengadaan barang Margareth Simatauw, serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Rico Kontul.

“Untuk ketiga berkas ini, kita sudah limpahkan berkas ke jaksa pekan kemarin,” ungkap Kasubdit Tipidkor, Kompol Gerald Wattimena, 27 April 2021 lalu.

Menurut Wattimena, setelah selesai pelimpahan berkas, penyidik saat ini menunggu berkas tersebut diteliti jaksa penuntut umum. Kemudian menunggu petunjuk dari Kejati Maluku terkait kelengkapan berkas perkara tersebut.

“Kita saat ini menunggu saja, apakah berkas yang kita serahkan itu sudah dinyatakan lengkap oleh penuntut umum atau belum. Penyidik saat ini prinsipnya menunggu saja penunjuk dari jaksa,” tandasnya.

Untuk diketahui, pada 2015 lalu, Dinas Perhubungan MBD melakukan pengadaan empat unit speedboat senilai Rp 1.524.600.000.

Pengadaan empat unit speedboat oleh Dinas Perhubungan MBD itu diduga bekas. Terbukti, satu dari empat speedboat, tenggelam di Pantai Tiakur, ibu kota MBD. Sementara Speedboat lainnya hampir bernasib sama.

Dari hasil pemeriksaan BPK RI, dana pembuatan empat buah speedboat bernilai miliaran rupiah sudah cair 100 persen sejak pertengahan 2016 lalu. Namun barangnya hingga Maret 2017 belum juga ada.

Informasi lain, yang diperoleh media ini menyebutkan, harga speedboat senilai Rp 1,5 miliar itu, administrasinya lengkap, termasuk tanda tangan dana yang cair 100 persen. Namun ketika BPK turun melakukan uji petik, barangnya (speedboat) belum ada.

Tak hanya itu, setelah menjadi temuan BPK, DPRD MBD berencana membentuk Pansus. Tapi mantan Kadis Perhubungan MBD Odie Orno memerintahkan kontraktor agar segera mengirim dua speedboat, karena ada pemeriksaan BPK. Tapi barang yang dikirim kondisinya rusak parah.(SAD)

Comment