by

Sambut Blok Masela, Pemkab Siapkan SDM Lokal

Ambon, BKA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Barat Daya (MBD) terus menyiapkan Sumber Daya Manusia(SDM) lokal, untuk menindaklanjuti MoU Gubernur Maluku dengan PT. Petrotekno terkait pengoperasian Blok Masela.

Untuk menyiapkan tenaga lokal tersebut, Pemkab MBD kemudian melakukan pertemuan dengan pihak PT. Petrotekno, di ruang rapat kantor bupati, Senin (26/10).
Ada sejumlah pembicaraan yang dilakoni. Selain membicarakan teknis kesiapan tenaga lokal, pertemuan itu juga membahas berbagai kebutuhan saat pengoperasian Blok Masela nanti.
Tapi khusus mengenai kesiapan tenaga lokal, PT Pterotekno yang merupakan salah satu lembaga pelatihan dan pengembangan SDM di Industri Migas, diminta untuk dapat mengembangkan SDM di Maluku, khususnya di Kabupaten MBD dan Kabupaten Kepulaun Tanimbar, karena sangat berhubungan langsung dengan keberadaan Blok Masela.
Pjs Bupati MBD, Melky Lohy, mengatakan, salah satu perencanaan ke depan di Kabupaten MBD adalah mengembangkan SDM.
Untuk itu, PT. Petrotekno akan mempersiapkan SDM di Maluku, untuk nantinya dapat terlibat dalam proyek pengembangan LNG Blok Masela.
Penyiapan SDM dibidang industri migas perlu dilakukan, agar masyarakat Maluku, khususnya yang ada di Kabupaten MBD dan Kepulauan Tanimbar, dapat terlibat aktif dalam proyek tersebut.
Karena memang, akui Lohy, salah satu masalah yang sering dihadapi oleh kawasan Indonesia Timur, yakni, perkembangan investasi yang masuk, tidak diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja lokal.
Hal itu juga ditemui di Kabupaten MBD. Padahal, kata Lohy, potensi dan kekayaan alam yang dimiliki cukup melimpah.
“Pertanyaannya, apakah kita sudah siap ketika ada investor yang akan masuk ke wilayah ini, khususnya dalam penyediaan tenaga kerja? Ini yang sebenarnya sudah harus terjawab sekarang ini. Jangan sampai kita tidak siap,” ujar Lohy, saat memberikan arahan dalam rapat tersebut.
Dirinya berharap, sebelum tenaga lokal dilatih, sudah ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang kebutuhan tenaga kerja. Agar ketika ada investor masuk MBD, mereka tidak lagi kesulitan dalam mencari SDM yang baik.
“Paling tidak, sebelum melakukan investasi, dua sampai tiga tahun kedepan, kita sudah mengajukan permohonan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan kompetensinya. Itu artinya, sebelum Blok Masela atau lainnya di operasikan, daerah telah menyiapkan tenaga kerja yang berasal dari tenaga lokal. Perda juga harus mengatur setiap pekerjaan pembangunan atau proyek-proyek yang ada di daerah ini harus menggunakan tenaga kerja daerah. Maksudnya adalah, agar tingkat pengangguran di daerah ini menurun,” pungkas Lohy. (LAM)

Comment