by

Saputra Anggap Ancaman 8 TahunTerlalu Berat

Ancaman hukuman 8 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum terhadap Muhhaykal Saputra alias Haykal dianggap terlalu berat.
Pasalnya, berdasarkan fakta sidang, terdakwa sudah mengakui semua perbuatan yang dilakukan dihadapan majelis hakim.

Hal ini diungkapkan kuasa hukum terdakwa Herberth Dadiara, Kamis (29/4).

Menurut Dadiara, persidangan perkara narkoba ini akan dilanjutkan pekan depan. Untuk itu, sebagai kuasa hukum akan berupaya untuk mencari jalan untuk meringankan hukuman terdakwa.
“Kita cuma bisa usaha, tapi semua keputusan ada di tangan hakim. Saya berharap, hakim bijaksana dalam memutus perkara ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum Kejari Ambon, menuntut Muhhaykal Saputra alias Haykal, terdakwa yang dijerat dalam kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sintetis terancam penjara selama 8 tahun dalam persidangan yang di gelar di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (27/4).

Pria 20 tahun, warga Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini dinyatakan bersalah melanggar pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini supaya menjatuhi hukuman 8 tahun penjara kepada terdakwa, di potong selama terdakwa berada di tahanan,” ujar jaksa penuntut umum,E Watimury, di sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Jenny Tulak Cs, sedangkan terdakwa sendiri didampingi kuasa hukumnya, Herberth Dadiara.

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.800 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sesuai fakta persidangan, perbuatan terdakwa terjadi, 6 November 2020, sekitar pukul 11.00 WIT, tepatnya di tempat pengiriman barang di J & T Kawasan Gadihu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Awalnya, petugas menerima informasi dari informan, kalau terdakwa akan menuju tempat pengiriman barang di kawasan Gadihu untuk mengambil barang yang di pesan dari Makassar, berupa satu paket berisi tembakau sintetis.
Atas informasi tersebut, petugas Sat Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease melakukan pemantauan di TKP, kemudian melihat terdakwa datang mengambil barang haram tersebut.
Tidak menunggu lama, terdakwa langsung diamankan tanpa ada perlawanan. Terdakwa kemudian dibawa ke kantor Polresta Ambon untuk dilakukan interogasi lanjut. Dari pengakuan terdakwa, benar, mempunyai paket tembakau sintetis tersebut.(SAD)

Comment