by

Sarjana Kesejahteraan Sosial Diharapkan Jadi Problem Solver

Ambon, BKA- Ketua Jurusan Ilmu Kesejateraan Sosial FISIP UKIM, ‪Dr. Hobarth Williams Soselisa, berharap, sarjana kesejahteraan sosial dapat menjadi problem solver atau pemecah masalah sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Hal itu diharapkan Soselisa, setelah berhasil menggelar ujian sarjana bagi 7 mahasiswa jurusan ilmu kesejahteraan sosial di kantor pusat UKIM, Selasa (22/12).

Menurutnya, dengan menggunakan ilmu pengetahuan serta kerangka prakter yang didapatkan selama kuliah di UKIM, mereka dapat membantu menyelesaikan berbagai masalah sosial kemasyarakatan.

“Mereka harus menjadi problem solver untuk menyelesaikan masalah sosial kemasyarakatan, sesuai dengan kerangka praktek dalam Ilmu Kesejahteraan Sosial. Itu adalah tujuan dari proses akhir kuliah lewat ujian skripsi yang dilakukan. Bahwa sarjana harus dapat mempraktekkan ilmu yang selama ini mereka dapat, untuk diimplementasikan ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bukan justru menjadi beban bagi orang lain setelah lulus dari kampus,” pinta Hobarth.

Dia berharap, anak-anak didiknya mampu menjadi analisis kebijakan sosial dan perencanaan sosial, bagi upaya menyelesaikan persoalan sosial ditengah-tengah masyarakat.

“Yang diharapkan dari proses ujian ini adalah mereka harus menjadi seorang analis kebijakan sosial dan perencanaan sosial, serta menjadi peneliti dalam bidang kesejahteraan sosial. Pokoknya, yang terbaik kita harapkan kepada mereka, setelah keluar dari kampus. Untuk menunjukan, bahwa apa yang selama didapat selama kuliah bisa membantu diri sendiri, bahkan orang lain,” harap mantan Pembantu IV UKIM itu. (LAM)

Comment