by

Satgas Covid-19 Perketat Pengawasan

Ambon, BKA- Untuk mengantisipasi peningkatan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon terus berupaya meningkatkan pengawasan di lapangan. Salah satunya, terhadap jam operasional tempat usaha pada waktu malam hari.

Pengawasan tersebut dilakukan beberapa hari kemarin. Dimana Walikota Ambon, Richard Louhenapessy memimpin langsung pengawasan itu, dengan turut memantau sejumlah tempat usaha, Sabtu malam (2/1).

Dalam pengawasan itu, Richard memberikan sosialisasi kepara seluruh pelaku usaha, yang beroperasi saat malam hari untuk tidak lupa dengan batas waktu berjualan atau jam beroperasi di tengah pandemi Covid-19.

Richard mengatakan, Kota Ambon saat ini masih berada dalam zona orange penyebaran Covid-19. Maka untuk menjaga pergerakan zonasi agar tidak kembali ke zona merah, Pemerintah Kota akan tetap berusaha untuk memutus mata rantai Covid-19, lewat operasi yang dilakukan Satgas Covid-19.

“Sekarang berada pada zona orange, tapi juga untuk ke kuning saja berat buat kita. Dan kita tetap berusaha menekan, jangan sampai masuk ke zona merah,” ungkap Richard, kepada wartawan usai pengawasan.

Walikota dua periode itu menegaskan, pengawasan dan sosialisasi kepada pelaku usaha, akan dilakukan hingga dua minggu kedepan. Apabila masih kedapatan pelaku usaha mencoba beroperasi lewat batas waktu yang ditentukan, maka langsung ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“Senin besok (hari ini), kalau ada yang melanggar itu langsung penerapan sanksi bagi setiap kuliner dalam wilayah teritori kota ini, akan diterapkan sanksi. Hari senin betul-betul akan dilakukan. Jangan sampai masyarakat anggap kita main-main saja,” sebutnya.

Selain pelaku usaha, sambung dia, angkutan kota (angkot) yang beroperasi melewati batas waktu yang ditentukan, dan sengaja mengangkut penumpang memenuhi kapasitas 50 persen, serta tidak memperhatikan penumpang yang tidak memakai masker, juga akan ditindak.

Semua ini dilakukan, sambungnya, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga kemungkinan, Kota Ambon bisa keluar dari Zona Orange menuju ke zona kuning, atau bahkan zona hijau.

“Jika melawan, Satgas akan terapkan sanksi. Sanksinya pasti denda. Kalau tidak mau denda bisa sanksi hukuman fisik lewat pengadilan, itu tetap akan dilaksanakan. Jadi bagi yang tidak pakai masker hari Senin kita sudah jalan dengan ambulance untuk langsung rapid tes ditempat, kecuali yang makan,” pesannya.
Sekedar tahu, dalam pengawasan dan sosialisasi yang dilakukan itu, turut didampingi Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler dan Sekertaris Kota, A. G Lattuheru beserta jajaran. (BKA-1)

Comment