by

Satgas Covid-19 SBT Didesak Evakuasi WNA China

Demi menjaga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tetap pada zona hijau penyebaran Covid-19, Satgas Covid-19 SBT didesak untuk segera mengevakuasi Warga Negara Asing (WNA) asal China, yang terkonfirmasi positif Covid-19 di RSUD Bula, SBT beberapa waktu lalu.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koalisi Bersama Rakyat (KIBAR) Maluku, Marto Zein Warat, kepada Koran ini mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT melalui Tim Covid-19 harus segera mengavakusi WNA tersebut.

“Saya minta pemerintah segara evakuasi dia (WNA) itu ke daerah lain. Keluar dari wilayah Bula. Bawa ke Ambon atau pulangkan saja ke daerah asal. Karena kita ini semua takut terpapar Covid-19,” ucap Warat, dengan dialek Maluku, kepada Koran ini, Senin, (12/7).

Dikatakan, jika Pemkab SBT serius untuk menjaga SBT tetap pada zona hijau, maka segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi masalah ini. “Saya mau sampaikan untuk Pemkab SBT, agar jaga tanggungjawab dengan baik. Jaga katong punya warga ini agar tidak terkena covid-19. Lebih khusus lagi tim covid-19, jangan hanya fokus pada penghabisan anggaran tapi lupa akan tugas dan tanggungjawab,” tandasnya.

Menurut dia, pandemi merupakan bencana non alam yang terjadi secara global. Bahkan Negara saat ini telah menggunakan undang-undang darurat kesehatan dalam penanganan wabah tersebut. “Saya minta agar masalah ini jangan disembunyikan. Ini bom waktu yang seakan menghabiskan kita masyarakat SBT,” sebutnya.

Jika Tim Covid-19 lambat menanggapi persoalan ini, lanjut Warat, pihaknya akan melakukan aksi demontrasi di depan RSUD Bula. Yakni mendesak agar pasien Covid-19 dari China itu dikeluarkan dari Kabupaten SBT. Karena ditakutkan justru menularkan warga SBT lainnya.

“Saya ajak seluruh warga masyarakat SBT untuk sama-sama unjuk rasa terkait ini, jika tidak direspon. Karena ini bisa menghancurkan kita punya negeri ini. Mari katong sama-sama berjuang usir penyakit ini keluar dari SBT, agar tetap pada zona hijau, pesannya.

Dia juga berharap, PT. Citik dan PT. Karlez, dua perusahaan minyak terbesar di Bula agar jangan dulu mendatangkan manajerial atau tenaga asing dari China. “Karena kita dan dunia tahu, bahwa virus ini datangnya terutama dari China. Kita minta tolong saja. Jangan kalian datang ambil kita punya hasil lalu sebarkan penyakit buat masyarakat di Bula,” tutupnya. (SOF).

Comment