by

Satgas Covid-19 SBT Perketat Penjagaan

Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Seram Bagian Timur (SBT), kembali memperketat penjagaan di pintu masuk pelabuhan Bula, Kecamatan Bula Kabupaten SBT. Tujuannya, untuk melakukan pemeriksaan kepada semua kendaraan yang masuk maupun keluar dari Kota Bula.

Kegiatan itu baru berlangsung sejak tanggal 7-9 Mei 2021 dan akan berlanjut sampai batas waktu yang ditetapkan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Plh Sekretaris Daerah (Sekda) SBT, Jafar Kwarumaratu.
Menurutnya, Tim Satgas Covid-19 yang merupakan petugas gabungan dari TNI-Polri dan sejumlahOPD terkait di Pemkab SBT itu, berupaya mengantisipasi pemudik yang melintas melalui jalur laut maupun darat.
Jafar mengatakan, hal ini dilakukan sebagai upaya penjaringan awal para pemudik yang berasal dari luar Kota Bula. Setelah melalui penjaringan, warga yang melintas areal depan pelabuhan itu harus melewati pemeriksaan identitas dan surat-surat kendaraan terlebih dahulu.

Selain itu, lanjut dia, petugas Satgas Covid-19 juga melakukan pembagian masker bagi pengguna kendaraan roda dua maupun empat yang tidak menggunakan masker.
Di lokasi itu, Jafar juga mengikatkan semua petugas untuk serius dalam melakukan pengawasan dan penjagaan. Demi mempertahankan SBT tetap sebagai zona hijau atau bebas dari pendemi covid-19.
“Kita semua, harus mampu mempertahankan zona hijau. Untuk itu, perketat penjagaan. Berikan masker bagi yang tidak menggunakan,” tandas Jafar, kepada koran ini, Sabtu (8/5)

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan SBT, Samaun Rumakabis menambahkan, kondisi SBT yang masih pada zona hijau ini harus tetap dipertahankan. “Jangan sampai muncul pasien baru. Maka saya menghimbau bagi semua masyarakat tetap taat protokol kesehatan. Patuhi tiga M, dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ucapnya.

Dirinya juga menjelaskan, saat operasi penjagaan ditemukan sejumlah mobil tujuan Masohi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang tidak memiliki izin lengkap. “Pagi tadi (Sabtu kemarin), ada dua mobil dengan tujuan ke Masohi. Kami perintah untuk kembali mengurus semua surat yang menjadi keperluan perjalanan di musim pandemi Covid-19. Karena tadi, mereka tidak memiliki surat lengkap,” beber dia.
Diketahui, penjagaan tersebut terus dilakukan jelang mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijrah (2021). Karena ditakutkan, ada pemudik yang datang dengan memiliki gejala Covid-19 namun tidak diketahui. “Maka penjagaan ini terus berlangsung sampai selesai, pada batas waktu yang sudah ditentukan,” harapnya. (SOF).

Comment