by

Satgas Diminta Transparan Soal Data Covid-19

Ambon, BKA- Pemerintah Kota Ambon lewat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, diminta lebih transparan dalam mengidentifikasi data pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia. Sebab ditakutkan, orang yang meninggal karena penyakit bawaan, justru dijustifikasi meninggal karena tertular Covid-19.

Hal ini ditegaskan Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Ambon, James R. Maatita, kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Rabu (17/2).

Menurutnya, identifikasi perlu dilakukan karena berkaitan dengan penetapan zona penyebaran Covid-19. Sebab sesuai data Satgas Covid-19 Kota Ambon per 16 Februari 2021, Ambon telah kembali ke zona merah (tinggi) penyebaran Covid-19, dengan skoring zonasi 1.76, lantaran angka kematian meningkat dan pasien sembuh justru menurun.

Jika dibandingkan dengan skoring zonasi Ambon per 14 Februari 2021 kemarin, tercatat sudah mencapai 2.07 dengan posisi zona orange (rendah).

“Ini menjadi pertanyaan bersama. Kita harap Satgas Covid-19 harus membuat manajemen penanganan Covid, termasuk didalamnya secara serius juga mengidentifikasi orang yang meninggal, apakah benar karna covid atau tidak. Karena ini masih menjadi pertanyaan publik. Banyak tidak puas, karena ada yang meninggal kemudian di justifikasi meninggal karena covid. Padahal menurut pihak keluarga, pasien tidak meninggal karna covid. Ini harus menjadi perhatian bagi Satgas Covid-19,” tegas Maatita.

Politisi PDIP ini menilai, jika dilihat dari trend peningkatan orang yang terjangkit karena Covid-19 menurun, dan tingkat kesembuhan naik. Sementara tingkat kematian juga bertambah. Sehingga dari penambahan angka kematian tersebut, membuat Ambon yang harusnya pada turun ke posisi kuning, justru kembali naik ke zona merah.

“Sebetulnya keberhasilan penanganan Covid tida semata-mata di tangan pemerintah daerah, tetapi berpulang juga ke masyarakat. Kalau masyarakat tertib protokol kesehatan, tentu tingkat terjangkitnya orang terhadap covid bisa menurun,” paparnya, seraya menambahkan, jika Ambon kembali ke zona merah maka perlu kembali melihat bagaimana manajemen penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Kota Ambon, dalam hal ini Satgas Covid-19.

Menurutnya, DPRD sebagai representasi masyarakat, turut berupaya agar tingkat kesembuhan terhadap penularan Covid naik. Namun yang perlu menjadi perhatian Satgas, adalah melakukan identifikasi segera terhadap orang yang dinyatakan meninggal karena Covid-19.

“Kalau misalnya justifikasinya orang yang meninggal di rumah sakit itu terindentifikasi covid, maka zona kita tetap berada pada merah. Maka itu, Satgas Covid harus bersikap transparan kepada publik. Tetapi juga mengidentifikasi secara jelas orang yang meninggal itu. Sehinga tingkat yang meninggal itu semakin di tekan. Bagaimana caranya ? itu tanggung jawab pemerintah,” papar mantan Ketua DPRD periode 2014-2019 ini.

Maatita menilai, yang ditakutkan terhadap perubahan zona penyebaran Covid-19, jika semua orang yang meninggal karena penyakit bawaan, kemudian dijustifikasi meninggal karena Covid. Sebab, semakin tinggi tingkat orang yang meninggal, maka Ambon akan tetap berada pada zona merah.

“Padahal dari sisi trend, kita (Ambon) malahan sampai dengan hari ini (kemarin) sudah terdata 280 lebih dari 300 sekian yang terjangkit. Tetapi kenapa zona kita tetap naik ke merah ? Karena itu tingkat kematian tinggi karena Covid. Ini yang harus jadi kajian khusus bagi Satgas Covid-19,” bebernya.

Ia menambahkan, hari ini Pansus Covid-19 akan melakukan tinjauan ke sejumlah puskesmas di kota Ambon. Untuk melihat proses penanganan Covid sekaligus terkait vaksinasi. Namun terkait perpindahan zona penyebaran Covid, akan menjadi catatan khusus untuk nantinya dievaluasi bersama Satgas Covid-19 Kota Ambon.

“Perubahan zona ini akan menjadi catatan khusus setelah ada evaluasi internal di Pansus Covid. Setelah rapat dengar pendapat nanti dengan Satgas, maka ini akan menjadi penekanan kita di DPRD,” pungkas Maatita.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Ambon lewat Satgas Covid-19 telah menetapkan Ambon berada pada zona merah penyebaran Covid-19.

Ketua Satgas Covid-19 Ambon, Joy Adriansz, Selasa (16/2) mengaku, data Ambon telah kembali zona Merah, dikirim langsung dari Satgas Nasional ke Satgas Kota Ambon pada Selasa kemarin.

Diakuinya, tingkat kematian pasien Covid-19 meningkatkan, lantaran warga yang telah jatuh sakit, namun tidak rujuk dengan cepat ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat. Sehingga diharapkan, masyarakat sesegera mungkin melakukan pemeriksaan kesehatan tubuh pada Faskes terdekat.

Dia juga beharap, agar masyarakat lebih patuh terhadap protokol kesehatan, agar dapat mencegah penularan wabah Corona.

“Betul Ambon kembali ke zona merah. Data ini dikirim dari Satgas Pusat. Tingginya tingkat kematian diakibatkan masyarakat yang sakit tidak dirujuk secepatnya ke faskes terdekat. Sebagian besar sudah sakit parah Covid-19 tambah komorbit, baru dirujuk ke Faskes,” pungkas Joy. (UPE/IAN)

Comment