by

Satu Pasien Covid di Aru Meninggal

Ambon, BKA- Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pertama di Kabupaten Kepulauan Aru inisial RBM (56) meninggal dunia di ruang isolasi Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Cendrawasih Dobo. Naasnya, penanganan jenazah Covid-19 ini tidak efektif.

Pantauan koran ini, RBM diketahui meninggal pada Minggu (17/1) siang, sekira pukul 14.00 WIT. Namun penangan terhadap jenazah tidak efektif oleh tim Gustu setempat. Pasalnya, jenazah covid-19 yang seharusnya ditangani secara cepat untuk di makamkan, ternyata tak berjalan sesuai mekanisme dan prosedur protokol kesehatan Covid-19.

Bayangkan saja, jenazah RBM baru di makamkan pada hari Senin (18/1), pukul 11.19 WIT. Parahnya lagi, jenazah RBM tidak dimakamkan pada Tempat Pemakaman Khusus (TPK) jenazah Covid-19, namun di makamkan berdampingan sekira 15-20 meter dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang ada.

Ketidaksiagaan Tim Gustu Covid-19 Kabupaten Kepulauan Aru, itupun mendapat kecaman dari Koordinator P3JAR, Barlie Alatubir. Alatubir menilai, kinerja tim Gustu Covid-19 harus segera di evaluasi. Sebab dalam proses penangan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di daerah ini, sangat tidak transparan.

“Menurut saya, tim Gustu Aru selama ini bekerja tak transparan. Untuk itu, wakili masyarakat Aru, saya mau tegaskan bahwa kinerja seperti ini harus dievaluasi. Sehingga tidak terkesan tertutup. Karena ini menyangkut kepentingan orang banyak,” ungkap Alatubir
Lanjut dia, alasan meminta tim Gustu Covid-19 Kepulauan Aru harus transparan dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19, karena selama ini masyarakat Kepulauan Aru tidak pernah mengupdate data harian perkembangan Covid-19 di Kepualauan Aru.

“Dalam penanganan Covid ini kan harus transparan. Sehingga masyarakat bisa mengupdate terus terkait perkembangan Covid di daerah ini. Ya, apa salahnya kalau kita ikut cara penanganan Covid daerah lain di Indonesia. Kan tujuannya baik untuk keselamatan masyarakat,” tandasnya.

Dia berharap, kesalahan dalam pencegahan dan penaganan Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Aru jangan lagi terulang. Sebab pasien Covid-19 yang meninggal terkesan simpan siur atau tidak jelas apakah benar terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak.

“Ya, kalau bisa kesalahan seperti ini kami harap jangan terulang lagi. Tim Gustu harus transparan supaya masyarakat jangan dibuat bingung dengan informasi meninggalnya salah satu pasien Covid-19 hari ini (kemarin) di RSUD Dobo,” harap Alatubir
Diketahui, berdasarkan data yang diperoleh BeritaKota Ambon di RSUD Cenderawasih Dobo, pasien tersebut dirawat di RSUD cenderawasih Dobo, sejak Jumat (15/1) di ruang IGD. Kemudian RBM dipindahkan ke ruangan VIP. Setelah selesai dilakukan pemeriksaan Covid-19 berupa rapid test dan swab dengan hasil positif, pasien kemudian di pindahkan ke ruangan isolasi.

Awalnya, pasien masuk rumah sakit RSUD cenderawasih Dobo dengan keluhan mual, muntah, sesak nafas dan tidak ada napsu makan.
RBM kemudian mendapat perawatan selama tiga hari, dan pada hari Minggu, (17/1) sekitar pukul 14.00 WIT dinyatakan meninggal dunia di RSUD Cenderawasih Dobo. Pengumpulan data ini, dikarenakan direktur RSUD Cenderawasih Dobo, dr. Wati Gunawan tidak mau memberikan keterangan dengan beralsan dirinya akan lakukan swab. (WAL)

Comment