by

Satu Terpidana Dana Reboisasi Diamankan

Ambon, BKA- Pelarian Janwar Risky Polanunu selama dua tahun lebih akhirnya berakhir. Dia berhasil dibekuk Tim Tabur kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku di kawasan Perumahan BTN Kanawa Indah, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa (20/10).

Sebelumnya, Janwar Risky Polanunu sempat kabur dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 5 Desember 2018 lalu.

Dia merupakan salah satu dari tiga terpidana korupsi penyalahgunaan dana Reboisasi dan pengkayaan Tahun 2010, dilingkup Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, mengatakan, terpidana diamankan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No. 2726 K/PID.SUS/2017, tanggal 27 Februari 2018, yang menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Ambon No. 15/PID.SUS-TPK/2017/PT. Ambon, tanggal 1 Agustus 2017, yang memutuskan, terpidana dinyatakan bersalah secara bersam-sama dan menjatuhkan pidana penjara selama 5 (lima) tahun, dikurangi selama terdakwa ditahan.

Selain itu, terpidana juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp 200.000.000, subsider kurungan 6 bulan, serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 20 juta, subsider 6 bulan kurungan.

Di dalam perkara ini, tidak hanya terpidana Janwar Risky Polanunu yang diseret sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Akan tetapi dia melakukan tindak pidana tersebut secara bersama-sama dengan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan, Muhammad Tuasamu, selaku Kuasa Pengguna Anggaran, serta Syarif Tuharea selaku Bendahara Pengeluaran, yang saat ini masih melarikan diri dan sudah masuk dalam DPO.

“Dua rekannya saat ini sedang dalam DPO tim jaksa. Sementara rekanan pelaksana pekerjaan, sejak awal penanganan perkara telah melarikan diri. Dia juga saat ini masih dalam proses pencarian,” ungkap Sapulette, Selasa (20/10).

Kata Sapulette, adapun Kerugian Keuangan negara dalam perkara ini berdasarkan penghitungan auditor BPKP Perwakilan Provinsi Maluku Nomor: SR-588/PW25/5/2016, tanggal 11 November 2016, dengan nilai kerugian negara sebesar Rp 2.136.162.516.

Sebelumnya, lanjut Sapulette, berdasarkan Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon Nomor: 46/PID.SUS-TPK/2016/PN.Amb, tanggal 5 Mei 2017, terpidana dipidana dengan pidana penjara selama 1 tahun 10 bulan, kemudian Penuntut Umum mengajukan upaya hukum banding pada pengadilan Tinggi Ambon.

Pengadilan Tinggi Ambon menjatuhkan pidana penjara selama 5 (lima) tahun. Kemudian dikuatkan oleh Putusan Mahkamah Agung RI.

“Setelah diamankan, terpidana Janwar Risky Polanunu oleh Tim Tabur Kejati Maluku, selanjutnya akan menyerahkannya kepada Bidang Pidsus, untuk segera dieksekusi,” pungkas Sapulette.(SAD).

Comment