by

SBT Akan Buka Kelas Jauh

Ambon, BKA- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) akan membuka kelas jauh di Desa Bati Kelusi, Kecamatan Kian Darat.

Upaya membuka kelas jauh itu dilakukan untuk memastikan obor peradaban dan lilin pendidikan tetap menyalah dan tersentuh, sebagai wujud kehadirkan negara bagi warganya. Demikian ungkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Plt Kadisdik) SBT, Sidik Rumalowak, Sabtu (13/2).

Upaya itu sebagai respon dari hasil kunjungan kerja yang dilakukan Rumalowak pada sejumlah kampung di Gunung Bati, beberapa waktu lalu. Misalnya, di Desa Rumoga, Kecamatan Kian Darat, yang merupakan pusat pendidikan di perkampungan Gunung Bati.

Pada kunjungan itu, Rumalowak menemukan kenyataan, kalau pelayanan pendidikan pada sejumlah perkampungan disana, masih minim.

“Ternyata ada anak Desa Bati Kelusi, Desa Bati Uta dan Desa Romboya, yang juga sekolah di Desa Romoga. Padahal kalau dari titik kampung Kelusi sampai ke lokasi pelaksana pendidikan di Romoga, cukup jauh. Akhirnya setelah tokoh-tokoh masyarakat kumpul, langsung meminta saya kunjungi beberapa titik-titik itu juga. Mereka juga meminta untuk bagaimana anak-anak mereka mendapatkan kepastian pelayanan pendidikan,” ungkap Rumalowak.

Menanggapi permintaan tersebut, Romalowak akhirnya melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama juga pelaku pendidikan daerah setempat, untuk ikut bersama-sama mengatasi persoalan kesulitan pelayanan pendidikan bagi anak-anak di daerah pegunungan tersebut.

“Akhirnya kami sepakat dengan para tokoh-tokoh adatnya dan para guru di Kecamatan Kian Darat, akan membuka kelas jauh di Kampung Kelusi untuk menjamah anak di Kampung Bati Uta, Romboya, dan Bati Kelusi. Jadi tetap sekolah induknya SD Negeri 3 Kian Darat. Hanya kelasnya saja yang kita buka untuk layani anak-anak di situ. Insya Allah, pekan-pekan depan, kalau dari teman-teman dewan guru sudah siap, kami akan donasi untuk melakukan pembangunan gedungnya. Jadi anggaran untuk bangun kelas jauh ini tidak gunakan anggaran daerah, tapi dari donasi semua pelaku pendidikan di Kecamatan Kian Darat juga Disdik SBT. Sebab ternyata, ada sekitar 20 anak yang memang sampai sekarang tidak bisa sekolah, karena belum mampu untuk berjalan atau menyebarang gunung. Anak-anak yang lain itu sudah diturunkan untuk sekolah di Romoga, tapi orangtua meminta, kalau bisa sekolah lebih dekat, supaya bisa mengontrol mereka,” bebernya.

Menurutnya, berbagai persoalan terkait pelayanan pendidikan di Kabuaten SBT harus diselesaikan, sebagai bukti kehadiran negara dalam menjawab persoalan masyarakat. “Anak-anak ini yang akan menjadi aset untuk kita di waktu mendatang,” tandas Rumalowak. (LAM)

Comment