by

SBT Gelar Pencanangan Vaksin Covid-19

Ambon, BKA- Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) baru melakukan pencanangan vaksinasi Covid-19. Kegiatan tersebut dipusatkan di RSUD Bula, Kamis (04/02). Pencanangan vaksinasi itu turut dihadiri Forkompinda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) SBT serta puluhan tenaga kesehatan.

Bupati SBT Abdul Mukti Keliobas, dalam sambutannya yang dibacakan Sekda SBT, Syarif Makmur menyampaikan, sistem kekebalan tubuh terhadap satu penyakit sebenarnya bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri.

Namun infeksi virus corona memiliki resiko kematian dan daya tular yang tinggi. Maka itu diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh. Yaitu dengan cara vaksinasi.

‚ÄúDengan vaksinasi Covid-19, resiko saat terinfeksi virus corona akan jauh lebih kecil. Kalaupun seorang sudah divaksin tertular Covid-19, vaksin bisa mencegah terjadinya gejala yang berat dan komplikasi,” tandas Bupati.

Menurutnya, tujuan dari vaksinasi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Karena sudah melalui kajian dan pertimbangan ilmiah. ” Jadi selain memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Juga dapat melindungi masyarakat dari virus corona,” sebutnya.

Dari data yang dihimpun Koran ini di lokasi, orang pertama yang divaksin adalah Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) di Dinas Kesehatan SBT, Samun Rumakabis.
“Iya, saya orang pertama divaksin mewakili masyarakat SBT pada umumnya, dan mewakili Dinkes SBT pada khususnya. Dan saya merasa, sebelum dan sudah divaksin, saya rasa biasa-biasa saja,” kata Samun, usai divaksin.

Sementara peserta vaksinasi selanjutnya adalah Sekda SBT, Syarif Makmur, Plt Dinkes SBT Ridwan Malaka Yusuf. Wakil Ketua Dua DPRD SBT Ahmad Voth, Kapolres SBT AKBP Andre Sukendar, diwakili Kabag OPS Polres SBT. Perwira Penghubung Kodim 1502.

Kemudian Kepala Pengadilan Negeri Dataran Hunimoa, Awal Darmawan, Kepala Pengadilan Agama SBT, Lutfi Muslih, Kepala Kejari SBT, Muhammad Ilham, Ketua MUI SBT, Malik Kilwouw, Ketua Klasis, Heinar Taralima.

Dari puluhan peserta ini, hanya Sekretaris Daerah Syarif Makmur yang gagal divaksin, akibat mengalami penyakit gula dara alias kencing manis. (SOF)

Comment