by

SD 86 Sudah Terima Bantuan Kuota Internet

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 86 Ambon, B. Berhnad, mengatakan, bantuan kuota internet kepada siswa dan guru pada sekolah yang dipimpinnya sudah tersalurkan. Mulai tahap I bulan September hingga saat ini.

“Data Siswa dan guru yang memiliki Hp android sudah dapat bantuan. Terakhir, bulan Nopember dan Desember dikirim bersaman untuk masa berlaku 75 hari. Dan itu sudah saya cek, siswa dan guru yang terdaftar sudah terima. Memang tidak semua siswa dapat bantuan, karena yang kita daftar waktu itu hanya siswa yang memiliki Hp android saja. Jadi yang tidak miliki Hp android, tidak dapat,” ungkap Berhnad, Jumat (4/12).

Kendati demikian, dia bersyukur dengan adanya bantuan tersebut. Pasalnya, sejak belajar jarak jauh dilakukan, semua orangtua mengeluh, karena terkendala pulsa dan pulsa data. Namun dengan hadirnya bantuan itu, mereka terbantukan untuk belajar Daring.

“Semoga kedepannya, terus ada kebijakan pemerintah yang membantu sekolah. Paling tidak, dengan bantuan itu, kita tidak pikirkan pulsa data lagi. Tinggal bagaimana mengatur teknis dan pola belajar, agar berjalan maksimal. Puji Tuhan, meskipun ditengah pandemi, proses belajar masih tetap jalan. Baik belajar Daring maupun Luring bagi anak-anak yang tidak memiliki Hp android,” ucapnya.

Dirinya mengaku, memang pada saat sekolah diminta memasukan data siswa dan guru untuk mendapatkan bantuan itu, pihaknya juga merasa kesulitan. Karena untuk mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah pusat itu, perlu data yang benar-benar valid.

Namun karena tuntutan kebutuhan dalam proses belajar Daring, sehingga dia terus berupaya hingga semua data terkirim. Sebagaimana intruksi pemerintah pusat

“Untuk itu, kalau ada sekolah yang tidak dapat bantuan, mungkin mereka tidak selesaikan tahapan pengiriman data. Karena setelah kita kirim data ke pusat lewat Dapodik sekolah, ada satu tahapan lagi yang harus kita penuhi, yakni, verifikasi data sesuai nama-nama yang sudah dikirim dari pusat. Kemudian data itu di tandatangani oleh Kepala Sekolah (Kepsek), dicap, kemudian kirim lagi lewat link yang sudah tersedia. Itu alurnya seperti begitu. Jadi kalau ada yang tidak dapat bantuan, mungkin persoalannya disitu,” pungkasnya.(LAM)

Comment