by

Sebar Foto Wanita Bugil, Hermanto Diciduk Ditreskrimsus

Ambon, BKA- Hermanto Hermanus Groda terpaksa merasakan hidup di dalam sel tahanan, setelah diringkus personil Ditreskrimsus Polda Maluku, pada 17 November lalu.

Hermanto diringkus di Desa Kiwangona, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat menyebar foto bugil lima wanita asal Kota Ambon di media sosial (medsos).

Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, mengungkapkan, Hermanto pria 30 tahun asal Flores itu melakukan aksinya begitu mulus dan unik, setelah memperdaya lima korban yang dikenalnya lewat medsos. Dua diantaranya masih berstatus mahasiswa.

Dia meminta para korban untuk mengirim foto bugil mereka. “Tersangka melaksanakan aksi lewat FB miliknya. Posisi tersangka di NTT, sementara para korban ini warga Ambon. Modusnya adalah dengan melakukan chat bersama para korban melalui akun massanger facebook miliknya, kemudian tersangka menjanjikan akan berikan sejumlah uang apabila korban membuat dan mengirim foto maupun video asusila/pornografi sesuai yang dingiinginkan oleh tersangka,” jelas Santoso di Mako Ditreskrimsus Polda Maluku, Selasa (24/11).

Tak puas hanya meminta foto bugil korban, lanjut Santoso, tersangka juga meminta para korban untuk mencari lawan untuk berhubungan intim, kemudian merekam aksi tersebut. Selanjutnya, video asusila para korban dikirim kepada tersangka.

Setelah mendapatkan video itu, tersangka kemudian menjadikan itu sebagai senjata untuk mengancam korbannya untuk memberikan hak akses ke akun Facebook mereka atau membajak, untuk digunakan sebagai testimony mengelabui dan meyakinkan korban selanjutnya.

“Jadi tersangka mendapat video dan foto yang dia mau. Tersangka bajak akun korban, digunakan untuk menunjukkan seolah-olah akun korban telah dikirimi sejumlah uang, karena telah mengirim foto maupun video tersebut, seolah-olah percakapan maupun bukti transfer pada akun massanger facebook para korban,” ujarnya.

Perwira menengah Polri dengan tiga bunga melati di pundak itu mengaku, aksi biadab korban itu sudah berlangsung lama. Tapi baru diketahui setelah para korban melaporkan hal tersebut ke Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku.

Ketika menerima laporan itu, personil cyber crime melakukan penyelidikan dan mendapati posisi terakhir tersangka berada di NTT.

Selanjutnya tim berkoordinasi dengan Polres Flores Timur dan menuju ke NTT, untuk lakukan penangkapan. Pada 17 November, tersangka berhasil dibekuk di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT.

“Kegitan penangkapan didasari adanya dua laporan polisi yang melaporkan akun FB Shahab Arash Malik dengan lima saksi korban. Selanjutnya Ditreskrimsus bentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan profiling terhadap akun facebook tersebut dan ditemukan tersangka berada di RT 004/002, Desa Kiwangona, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, provinsi NTT, kemudian penangkapan dilaksanakan pada hari, Selasa, 17 November, dengan diback up oleh Kasat Reskrim Polres Flores Timur,” bebernya.

Atas perbuatannya, tersangka di jerat dengan Undang-Undang Pornografi dan/atau bidang ITE, sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 Jo pasal 4 ayat (1) huruf d dan UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 tahun, dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 250 juta dan paling banyak Rp 6 miliar, dan atau pasal 45 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar (SAD)

Comment