by

Sebelum PTM, Guru-Siswa Akan Diswab ?

-Berita-210 views

beritakotaambon.com – Dinas Pendidikan Kota Ambon berencana melakukan swab PCR bagi guru dan siswa yang akan menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Namun Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengaku, belum ada petunjuk terkait rencana swab tersebut.

Walikota dua periode ini menilai, hal tersebut nantinya akan dilihat, apakah perlu atau tidak. Sebab, hingga kemarin belum ada petunjuk soal swab dimaksud. “Nanti kita lihat, entah pakai PCR atau Rapid Antigen,” singkatnya kepada wartawan di pelataran Balaikota, Senin (27/9).

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Jhon Sanders mengatakan, pihaknya tidak berani mengambil resiko ketika PTM berjalan. Untuk itu, pihaknya berencana lakukan tes Swab PCR bagi siswa-siswi dan guru sebelum PTM, sekalipun sebagian besar sudah melakukan vaksinasi Covid-19 sesuai arahan pemerintah.

Dijelaskan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin mencegah terjadinya kluster baru ketika PTM berlangsung. Walaupun siswa-guru dinyatakan sudah menerima vaksin Covid-19.

Menurutnya, dengan tes Swab PCR ini, dapat mendeteksi seseorang apakah sudah terpapar virus mematikan ini atau belum. “Sebelum kita jalani PTM, pasti akan ada pemeriksaan PCR,” sebutnya.

Selain itu, sambung dia, pihaknya juga akan memaksimalkan penerapan protokol kesehatan selama proses PTM. Sebab, kapan saja virus yang tidak dapat terlihat ini bisa menyerang seseorang.

“Jadi bagi guru dan siswa ketika di tes Swab PCR dan hasilnya dinyatakan positif. Kita tidak mengijinkan mereka untuk mengikuti proses belajar tatap muka. Sementara hasilnya negatif dibolehkan,” terangnya.

Baca juga: Golkar Siapkan Lima Nama Bakal Lawan Murad

Dan apakah nanti tes Swab PCR akan digratiskan atau tidak, tambah Jhon, nanti akan dibicarakan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon. Setelah itu baru akan dipikirkan selanjutnya.

“Masalah gratis akan diumumkan setelah ada persetujuan dinas. Nanti ini kita akan atur dengan Dinkes. Tapi harapan saya itu digratiskan. PCR ini dilakukan dengan tujuan tidak timbul kluster baru,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Kota Ambon, Gunawan Mochtar menilai, harusnya PTM sudah dilakukan di bulan September ini. Sebab, selain berada di zona kuning, sebagian besar siswa-siswi sudah melakukan vaksinasi Covid-19 sesuai keinginan pemerintah.

Bahkan dengan kelonggaran yang diberikan kepada para pemilik usaha lewat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kelompok Masyarakat (PPPKM) level II, harusnya ada kebijakan untuk mengaktifkan kembali belajar tatap muka di sekolah.

“Harusnya ini sekolah-sekolah sudah dibuka. Karena sebagian besar masyarakat sudah vaksin, termasuk anak-anak. Jangan jadikan alasan bahwa anak pelajar belum divaksin. Karena hampir dua tahun kita punya generasi penerus ini nanti bodoh. Maka itu, kami ingatkan pak Wali segera aktifkan PTM di sekolah,” pinta Gunawan, kepada wartawan, usai hadiri Paripurna Penyerahan KUA-PPAS di gedug DPRD Belakang Soya, Kamis (23/9).

Ia mencontohkan, Jakarta sebagai pusat ibukota yang sebelumnya diberlakukan PPKM darurat, sudah mulai melaksanakan PTM dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Dan harusnya kota Ambon yang hanya menerapkan PPKM mikro level III dan telah turun di level II, sudah mengaktifkan belajar tatap muka di sekolah.

Apalagi dengan kondisi jaringan internet Telkomsel yang tiga hari kemarin sempat mengalami gangguan total, berdampak buruk terhadap pendidikan anak yang masih diharuskan belajar dalam jaringan (daring).

Baca juga:
PTS Terganggu Jaringan Tidak Stabil

“Di Jakarta, sekolah tatap muka sudah dilakukan. Maka itu kita harap bulan depan sekolah harus dibuka. Jangan jadikan itu sebagai suatu alasan untuk sekolah tatap muka yang sampai sekarang ini tidak bisa dibuka. Dengan alasan terkonfirmasi Covid-19 itu bertambah, rata-rata masyarakat kota Ambon yang meninggal itu karena penyakit bawaan, tidak ada murni bahwa terjangkit Covid-19,” sebut Gunawan. (IAN/UPE)

Comment