by

Sebelum Vaksin, Tekanan Darah Gubernur Sempat Naik

Ambon, BKA- Menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19, Gubernur Maluku, Murad Ismail, berserta Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Kasrul Selang, yakinkan masyarakat kalau penggunaan vaksin sinovac itu halal dan aman.

Penyuntikan vaksin itu dipusatkan di RSUP Dr Johanes Leimena, Jumat(15/1), juga diikuti unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ricard Rahakbauw (RR) dari legislatif DPRD Provinsi, tokoh agama dan tenaga medis.

Pantau koran ini dilokasi, sebelum menjalani penyuntikan vaksin sinovac, gubernur terlebih menjalani screening.

Hasilnya, tekanan darah gubernur sempat naik 153/88 mmHg. Hal itu membuat proses penyuntikan vaksin pun harus mengalami penundaan, sambil menunggu tekanan darah orang nomor satu di Maluku itu turun.

Setelah kurang lebih 30 menit beristirahat sejenak, oleh tim Kesehatan RSUP Dr. J. Leimena kemudian kembali meminta gubernur untuk discreening tekanan darahnya. Hasilnya tekanan darah mantan Dankor Brimob Polri ini kembali normal, 130/88 mmHg. Kemudian dilakukan penyuntikan vaksin kepada gubernur.

Menjadi orang pertama yang divaksin, gubernur berharap masyarakat bisa yakin akan keamanan dan kehalalalan vaksin tersebut.

“Kami-Kami yang melaksanakan vaksin pertama di Maluku pada hari ini, bermaksud untuk memberikan contoh dan keyakinan kepada seluruh masyarakat, bahwa vaksin ini aman dan halal, sebagaimana vaksin yang dipakai oleh bapak presiden dengan pejabat negara lainnya,” terang gubernur.

Pelaksanaan vaksin perdana di Provinsi Maluku, kata gubernur, merupakan momentum yang yang sangat penting. Bukan saja di Maluku, tapi di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.

Karena menurutnya, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada sektor ekonomi dan sosial, serta menguras begitu banyak energi, dan merubah perilaku semua masyarakat secara signifikan.

“Saya berharap kehadiran vaksin Covid-19 ini menjadi momentum untuk kebangkitan ekonomi dan pembangunan, serta kembalinya kehidupan normal yang berangsur-angsur membaik. Maka sekali lagi saya mengapresiasi kerja, perjuangan, dan pengabdian, yang begitu luar biasa kepada seluruh tenaga kesehatan, yang menjadi garda terdepan dalam urusan kesehatan masyrakat, mulai dari dari awal pandemi hingga saat ini,” terang gubernur.

Pemberian vaksin kemudian akan dilanjutkan kepada TNI/Polri dan ASN, yang bertugas pada pelayanan-pelayanan publik, kemudian para lansia, serta kelompok masyarakat lainnya, yang sampai akhir tahun 2021 ditargetkan minimal 2 per 3 masyarakat Maluku sudah divaksin.

“Vaksinasi ini sangat perlu dan harus. Untuk itu, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Maluku, jangan percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan atau hoax. Namun mintalah informasi dari saluran-saluran resmi, yang dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya,” imbau gubernur.

Ia pun meminta seluruh OPD dan instasi vertikal yang ada di Maluku, untuk terlibat secara aktif dalam upaya-upaya sosialisasi dan edukasi, untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19 di Maluku.

“Saya ingatkan kembali kepada kita semua, sebelum 2 per 3 masyarakat divaksin, maka kita masih tetap harus mematuhi protokol kesehatan, yaitu, dengan tetap rajin mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” pungkasnya.(RHM)

Comment