by

Sekda Buka Musrenbang RKPD Tahun 2022

Ambon, BKA- Pemerintah Provinsi Maluku melaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022, di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (22/4).

Dengan mengusung tema “Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan serta Peningkatan Kualitas SDM”, itu dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Kasrul Selang, ditandai pemukulan Tifa, yang didampingi Kepala Bappeda Maluku Anton Lailossa dan Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury.

Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya, yang dibacakan Sekda mengatakan, pelaksanaan Musrenbang RKPD Provinsi Maluku tahun ini, bertujuan untuk penyelarasan program dan kegiatan pembangunan daerah. Dengan sasaran dan prioritas pembangunan nasional, serta melakukan klarifikasi program dan kegiatan usulan kabupaten/kota.

“Terkait dengan itu, saya harapkan agar perencanaan pada tahun 2022 tetap konsisten mengacu pada RPJMD Provinsi Maluku 2019-2024. Serta hasil kesepakatan pada forum OPD tingkat provinsi dan Musrenbang kabupaten kota,” kata Sekda.

Perencanaan tahun 2022 ini, tutur dia, juga mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19. Sehingga tema dan substansi dari RKPD tahun 2022 yaitu “Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan serta Peningkatan Kualitas SDM”.

Atas dasar ini, Dirinya berharap, penyusunan program dan kegiatan juga difokuskan pada upaya pemulihan kesehatan sosial, ekonomi serta peningkatan kualitas SDM.

“Pandemi Covid-19 berdampak secara luas antara lain pertumbuhan ekonomi Maluku tumbuh negatif 0,92 persen, lebih tinggi dari nasional yang mencapai negatif 2,07 persen. Kondisi ini, berdampak pada beberapa indikator pembangunan, yakni peningkatan kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa langkah strategis yang dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan di tahun 2022. Langkah tersebut adalah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur Maluku sebagai LIN dan Ambon Newport, peningkatan investasi dan ekspor komoditas perikanan dan pertanian, mengusulkan pariwisata Banda sebagai proyek strategis nasional termasuk rehabilitasi Istana Mini yang telah direspon pemerintah pusat, mengusulkan pembangunan infrastruktur dasar di daerah terdepan terpencil dan tertinggal.
“Peningkatan mutu pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan, mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga gas 500 MW untuk mendukung kawasan industri di Pulau Seram, Mendukung pengesahan RUU kepulauan untuk peningkatan kapasitas keuangan daerah dan meningkatkan kinerja birokrasi dan pelayanan publik berbasis IT atau digital,” jelasnya.

Untuk itu , Sekda meminta dukungan dari pemerintah pusat agar memperhatikan usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan melalui Rapat Koordinasi Gubernur beberapa waktu yang lalu, maupun usulan daerah yang diusulkan untuk dibiayai melalui APBN 2022.
Ketua Panitia Pelaksana Ilham Tauda dalam laporannya mengatakan tujuan dari pelaksanaan forum RKPD ini untuk mengetahui arah kebijakan dan program prioritas nasional dengan lokus di provinsi maluku.
Selain itu menyerap usulan kegiatan pemerintah kabupaten/kota se Maluku yang menjadi kewenangan provinsi Maluku,tersusunya rancangan RKPD provinsi maluku tahun anggaran 2022 dengan peserta sebanyak 90 orang secara tatap muka dan 61 orang secara daring.

Musrenbang RKPD Provinsi Maluku Tahun 2022, dihadiri Forkompinda lingkup Pemprov Maluku, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Bupati Kabupaten Aru Johan Gonga, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Taher Hanubun, Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal. Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury, Bupati MBD Benyamin Noach, Wakil Bupati SBT Idris Rumalutur, Bupati KKT Fetrus Fatlolon, Bupati SBB Yasin Payapo, Bupati Bursel Tagop Soulissa.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kesbang Kemendagri Eko Prasetyanto Purnomo Putro, Deputi PEPP Bappenas Taufik Hanafi dan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Maritim dan Investasi Safri Burhanuddin, menjadi narasumber secara virtual. (RHM)

Comment