by

Sekda Bursel Digarap Jaksa Pekan Ini

Ambon, BKA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru memastikan bakal memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Iskandar Walla, terkait kasus dugaan korupsi dana pelaksanaan MTQ XXVII Tingkat Provinsi Maluku tahun 2017.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buru, Muhtadi, mengungkapkan, jadwal pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi dugaan kerugian keuangan negara miliaran rupiah itu sudah diatur rapi.

“Sudah terjadwal rapi. Tiap harinya ada pemeriksaan saksi. Yang pasti, penyidik akan memanggil ulang semua pihak yang diduga terlibat dalam dugaan korupsi ini,” kata Muhtadi, kepada BeritaKota Ambon, via pesan WhatsApp, Senin (5/4).


Untuk pemeriksaan Iskandar Walla, katanya, akan dilakukan dalam pekan ini. “Sekda di minggu ini. Surat panggilan untuk hari Rabu tanggal 7 April 2021 akan diperiksa,” ungkap Muhtadi.

Dalam kasus dugaan korupsi itu, Iskandar Walla, hingga kini masih berstatus sebagai saksi. Untuk sementara ini, ada tiga orang tersangka yang sudah ditetapkan sejak 2019 lalu, yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 9 miliar.

Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan BPK Perwakilan Maluku, terdapat dana sekitar Rp 10.684.681.624,00 yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Untuk itu, Muhtadi menegaskan, Kejari Buru akan konsisten dalam mengusut perkara tersebut. Penyidik akan memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap semua orang, yang diduga terlibat dalam kapasitas sebagai saksi.

“Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan MTQ akan dimintai keterangan, untuk membuat jelas peristiwa pidananya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Pengabdian Masyarakat Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBHMI) Cabang Namlea, Mursal Sowakil, menagih janji Kepala Kejaksaan Negeri Buru, Muhtadi, terkait akan mencari orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus MTQ di Kabupaten Buru Selatan.

“Saya mau tagih konsistensi dari seorang Kepala Kejari Buru, yang mengatakan bahwa dia akan mencari orang yang bertanggung jawab dalam kasus korupsi tersebut,” ujar Sowakil.

Menurut dia, orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus dugaan korupsi ini adalah Iskandar Walla, karena dia menjabat sebagai Bendahara Umum Daerah Kebupaten Buru Selatan, pada saat penyelenggaraan MTQ di Bursel.

“Tentu saya mengutamakan asas praduga tak bersalah. Saya tidak menuduh saudara Iskandar Walla yang sekarang sebagai Sekda Buru Selatan, terlibat dalam kasus korupsi ini. Tapi kalau kita lihat dari tugasnya sebagai Bendahara Umum Daerah waktu itu, maka perlu kiranya dia turut dipanggil untuk dilakukan penyidikan,” tegasnya.

Dalam kasus ini, Kejari Buru sudah menetapkan tiga orang tersangka, yaitu, Kepala Dinas Perhubungan Bursel, Sukri Muhammad, yang menjabat sebagai ketua bidang sarana dan prasarana dalam kepanitiaan MTQ tersebut.

Selanjutnya, Bendahara Dinas Perhubungan Bursel, Rusli Nurpata, yang menjabat sebagai bendahara bidang sarana dan prasarana. Dan tersangka lain adalah Jibrael Matatula selaku Event Organizer dalam Kepanitiaan MTQ XXVII tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017 di Buru Selatan.

Mereka bertiga ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Buru sejak 15 Oktober 2019 lalu. Namun, ketiganya belum ditahan, karena pengumpulan alat bukti masih berjalan. (MSR)

Comment