by

Sekda Bursel Digarap Usai Lebaran

Kejaksaan Negeri Buru mengagendakan pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Iskandar Walla (IW), setelah lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana pelaksanaan MTQ XXVII Tingkat Provinsi Maluku di Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Tahun 2017.

Pada pemeriksaan nanti, Iskandar Walla berkapasitas sebagai saksi. Meski demikian, Iskandar disebut berperan penting di kasus MTQ itu, sebab saat kasus itu terjadi, dia menjabat sebagai Bendahara Umum Panitia MTQ dan Bendahara Umum Daerah (BUD) Kabupaten Bursel.

Kepala Seksi (Kasi) Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Buru, Prasetya Djatinugraha, mengatakan, untuk Sekda Buru Selatan sudah diperiksa dalam kasus proyek tanah timbunan fiktif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namrole kapasitas sebagai saksi. Selain itu, akan ada pemeriksaan dalam kasus yang berbeda.

“Untuk yang bersangkutan (Sekda Buru Selatan) ini, kita akan jadwalkan ulang (setelah Hari Raya Idul Fitri) karena yang bersangkutan juga akan berobat. Jadi kita akan layangkan panggilan berikutnya khusus kasus MTQ,” kata Prasetya, kepada BeritaKota Ambon, Minggu (9/5).

Sebelumnya, Iskandar Walla dua kali dipanggil jaksa untuk diperiksa. Namun dia tidak hadir karena sakit. Hal itu dibuktikan dengan bukti surat keterangan dokter.

Untuk kasus MTQ, Iskandar Walla belum pernah diperiksa sebagai saksi. Dia akan digarap sebagai saksi terhadap tersangka Jibrael Matatula.

Untuk kasus tersebut, Kejari Buru masih fokus mengungkap kerugian negara terkait anggaran Rp 16 miliar yang dialokasikan untuk di Bidang Sarana dan Prasarana Fisik untuk pelaksanaan MTQ tahun anggaran 2017, yang dilakukan oleh tersangka mantan Kepala Dinas Perhubungan Bursel, Sukri Muhammad.

Sebelumnya, Sekda Bursel, Iskandar Walla, menyatakan, dirinya akan diperiksa penyidik Kejari Buru setelah Idul Fitri dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 9 miliar.
“Pemeriksaan dalam kasus MTQ nanti habis lebaran,” ucap dia, belum lama ini.

Ia menjelaskan, dalam kepanitiaan MTQ tersebut ada namanya bendahara pembantu di masing-masing bidang dalam kepanitiaan.

“Jadi uang tidak pernah saya pegang. Uang dipegang oleh masing-masing bendahara pembantu bidang-bidang. Jadi tidak pernah uang itu melalui saya,” tuturnya.

Ia menambahkan, mekanisme pencairan dana tersebut tidak melalui dirinya sebagai bendahara umum MTQ. Jadi langsung ke rekening masing-masing bendahara bidang dalam kepanitiaan tersebut.

“Tidak, jadi uangnya langsung masuk ke rekening masing-masing bendahara bidang. Jadi secara fisik dan keuangan, dipertanggungjawabkan oleh masing-masing bendahara itu. Pengguna anggarannya kepala bidang,” pungkasnya. (MSR)

Comment