by

Sekda Bursel Diperiksa 6 Jam

Ambon,BKA- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Iskandar Walla (IW), diperiksa dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek fiktif tanah timbunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namrole.

Berdasarkan pantauan BeritaKota Ambon, Iskandar Walla, tiba di Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru pukul 10.36 Wit, Kamis (6/5).

Iskandar Walla datang ke Kantor Kejari Buru menggunakan mobil Mitsubishi dengan Nopol Jakarta B 1538 VMC. Dia menggunakan kemeja batik Korpri dan celana panjang biru, serta menggunakan masker.


Iskandar Walla diperiksa di ruangan Kepala Seksi (Kasi) Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Buru, Prasetya Djatinugraha, mulai pukul 11.00 Wit hingga 17.00 Wit.

Setelah pemeriksaan, Iskandar Walla tidak banyak berkomentar, karena memang kondisinya tidak sehat, sambil menunjukkan bukti surat keterangan dokter.

“Pemeriksaan hari ini ditanya terkait mekanisme saja. Mekanisme penganggaran dan revisi saja. Kalau urusan lain, itu urusan OPD saja. Maaf saya belum bisa menjawab banyak, karena dalam kondisi sakit,” ucap Iskandar Walla.

Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Buru, Prasetya Djatinugraha, yang ditemui wartawan, mengungkapkan, Iskandar Walla dicecar 26 pertanyaan selama enam jam.

“Pemeriksaan Sekda Buru Selatan dengan inisial IW sudah kami laksanakan dari jam 11 siang tadi sampai jam 5 tadi. Kemudian kami memberikan sebanyak 26 pertanyaan. Dan dari keseluruhannya itu terkait prosedur untuk pengganggaran dan revisi itu seperti apa,” kata Prasetya.

Dia menjelaskan, saat diperiksa, Iskandar Walla masih berkapasitas sebagai saksi dalam kasus ini. Dalam mengungkap kasus proyek timbunan fiktif di RSUD Namrole yang berpotensi merugikan negara Rp 392 juta, Kejaksaan Negeri Buru telah memeriksa delapan orang saksi. Jaksa penyidik masih perlu memanggil lagi 6 orang saksi, sebelum diumumkan oknum tersangka dalam kasus tersebut.

“Untuk kerugian negaranya memang sudah kami hitung, tetapi untuk kepastiannya kita masih menunggu kepastian dari auditor. Jadi kalau dari penyidik kurang lebih Rp 300 juta, tapi kita menunggu hasil hitungan dari auditor,” ungkapnya.

Selan itu, dia menuturkan, jaksa juga pernah dua kali memanggil Iskandar Walla dalam dugaan kasus korupsi MTQ Maluku di Bursel. Namun yang bersangkutan tidak pernah penuhi panggilan tersebut, dengan alasan sakit. Walau sudah hadir untuk bersaksi di kasus yang lain, Iskandar Walla tidak lanjut diperiksa di kasus MTQ.

“Yang kami periksa hari ini terkait dengan kasus timbunan RSUD Namrole. Untuk MTQ sendiri, kami pending pemeriksaan, karena berkaitan ini mau buka puasa juga, karena sudah dari siang kita periksa dan kita menjaga hak-hak dari saksi juga,” pungkasnya. (MSR)

Comment