by

Sekitar 200 Warga Terjaring Operasi Yustisi, Affifudin: Langkah Ini Harus Diapresiasi

Ambon, BKA- Sejak diberlakukan pada 14 Desember lalu, sudah sekitar 200 warga Kota Ambon yang terjaring operasi yustisi karena kedapatan beraktivitas di luar rumah tidak menggunakan masker.

Mereka yang terjaring pada operasi yustisi tersebut langsung di-rapid-test oleh petugas Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dari Dinas Kesehatan Kota Ambon.
Dari hasil pelaksanaan rapid test ditempat terhadap ratusan warga tersebut, terdapat warga yang hasilnya reaktif. Sisanya non reaktif.

Keempat warga yang hasil rapid test-nya reaktif tersebut kemudian digiring oleh Satgas Covid-19 ke Kantor Dinas kesehatan Kota Ambon untuk dilakukan Swab test.

Kebijakan rapid test bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan (Prokes) saat berada diluar rumah ini, merupakan langkah yang diambil Pemerintah Kota (Pemkot) untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19.

Koordinator Fasilitas Umum Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay, mengatakan, ratusan warga yang terjaring operasi yustisi itu karena tidak mematuhi Prokes itu, diantaranya, tidak menggunakan masker maupun moda transportasi umum dengan kapasitas muatan lebih dari 50 persen.

Penerapan aturan tersebut berlaku untuk semua lapisan masyarakat. Tidak membedakan apakah pejabat atau warga biasa. Sehingga siapun yang terjaring operasi tersebut, akan langsung di-rapid-test di tempat.


“Yang dirapid itu kurang lebih 200 orang. Tapi yang reaktif hanya 4 orang, ” ungkap Luhukay, kepada wartawan di ruang ULA, Balai Kota Ambon, Selasa (15/12).

Empat warga yang memiliki hasil rapid test reaktif pada operasi yusitisi itu, yakni, inisial S (laki-laki), VT (laki-laki), R (perempuan), dan SS (laki-laki). Seluruhnya merupakan warga Kota Ambon.

Lewat operasi yustisi itu, dia berharap, tingkat penularan Covid-19 di Kota Ambon dapat ditekan lagi. Sekaligus sebagai langkah agar warga bisa beradaptasi dengan pola hidup baru dimasa new normal. “Besok kita akan lanjut lagi, melakukan operasi yustisi,” tandasnya.

Terpisah, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifudin, mendukung penuh langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang menerapkan rapid tes di tempat bagi warga yang kedapatan tidak memakai masker saat operasi yustisi, meskipun nantinya ada pro kontra antara yang suka dan tidak tidak suka. Namun semua itu merupakan dinamika yang terjadi di ruang publik.


“Jadi kita ini setelah ada pandemi Covid-19, kita sudah harus membiasakan diri dengan sebuah stiuasi yang sering disebut dengan new normal atau kehidupan setelah pandemi. Sehingga langkah Pemkot Ambon dengan membijaki kalau orang tidak pake masker langsung dilakukan rapid test, itu saya kira sebagai langkah yang harus diapriasi,” kata Afifudin, kepada awak media di Kantor DPRD Provinsi Maluku di kawasan Karang Panjang, Selasa (15/12).

Menurutnya, langkah yang diterapkan Pemkot Ambon tersebut merupakan bagian dari cara untuk menditeksi tingkat penyerbaran Covid-19. Sehingga warga tidak perlu berburuk sangka dengan apa yang diterapkan pemerintah. “Tidak perlu takut dengan pemberlakukan rapit tes ditempat” pungkasnya. (RHM)

Comment