by

Sekkot Minta Pendemo Elegan

AMBON-BKA, Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Anthony Gustav Latuheru mengaku, pendemo yang meminta PPKM mikro dihapuskan, harus bisa menggunakan cara elegan. Yakni dengan cara menyurat ke Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menyampaikan aspirasi.

Menurutnya, hal tersebut sangat baik dilakukan. Karena di tengah pandemi Covid-19 saat ini, aktivitas demonstrasi dilarang. Sebab, bisa menimbulkan kerumunan yang dapat menimbulkan kluster baru.

“Kalau hanya ingin smpaikan aspirasi dan pikiran ke Pak Walikota Ambon Richard Louhenapessy, maka menyurat supaya bisa dilakukan audensi,” sebut dia, kepada wartawan di Balaikota, Jumat (22/7).

Dijelaskan, jika mahasiswa ingin menyampaikan aspirasi terkait penerapan PPKM Mikro di Kota Ambon, sebenarnya ada cara yang lebih elegan. Dan Tidak perlu sampai harus turun ke jalan.

“Demo ini kan di PPKM kita tidak ijinkan, polisi juga nggak kasi ijin. Sebenarnya ada cara lebih elegan. Hanya begitu lah, darah muda. Kita juga dulu pernah begitu. Dulu kita suka demo, sekarang orang demo kita,” imbuhnya.

Latuheru mengaku, mestinya masa aksi harus melakukan langkah awal dengan menyurat ke Pemkot terkait permintaan mediasi bersama Walikota Ambon, sebelum melakukan demo.
“Harusnya mereka buat surat audensi ke Walikota atau Pemkot. Nah, kalau tidak ditanggapi baru lakukan demo. Tapi ini kan tidak, sampai sekarang belum disampaikan surat seperti itu,” tutupnya. (IAN)

Comment