by

Sekolah Batalkan Bantuan Kuota Internet Bagi Siswa

Ambon, BKA- Rencana sekolah untuk berikan bantuan kepada siswa akhirnya dibatalkan, setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, memutuskan akan membelikan bantuan pulsa internet kepada siswa dan para guru pada awal bulan September ini.

“Memang kita sudah ambil kebijakan akan membantu siswa lewat dana BOS. Tapi setelah kita dapat informasi, bahwa Kemendikbud akan membantu, kita langsung batalkan. Jadi tidak ada lagi bantuan pulsa dari sekolah bagi siswa,” ungkap Kepala SD Negeri 61 Ambon, L. Haumahu, Senin (31/8).

Menurutnya, dengan adanya kebijakan Kemendikbud itu, secara tidak langsung telah meringankan beban sekolah. Pasalnya dengan dana BOS yang hanya pas-pasan itu, sangat sulit jika diperuntukan untuk pembelian pulsa bagi siswa dan guru.

Untuk itu, katanya, sekolah perlu mengapresiasi kebijakan Mendikbud tersebut, karena dinilai sangat membantu. Bukan saja membantu sekolah secara kelembagaan, tapi juga membantu para siswa dan orangtua selama PJJ.

“Kita harus bersyukur dan berikan apresiasi kepada pak Menteri, karena beliau turut merasakan berbagai kendala kita selama melakukan PJJ ini, sehingga mengambil kebijakan bantu siswa. Itu berarti, dana BOS juga akan kita gunakan untuk pembiayaan operasional sekolah yang lain, salah satunya honor guru dan kebutuhan lainnya,” ucapnya.

Walau demikian, lanjut Haumahu, pihaknya akan tetap menyesuaikan dengan kebijakan tersebut. Jika pada saatnya kebijakan itu tidak lagi berlaku, maka pasti sekolah mengambil langkah untuk membantu siswa lewat dana BOS.

“Sesuai kebijakan itu, siswa akan dibantu selama 4 bulan terhitung awal bulan September ini. Jadi nanti kita lihat kedepannya seperti apa. Kalau memang tidak ada lagi bantuan, maka pasti kita ambil kebijakan lewat dana BOS lagi. Karena biaya pulsa yang sudah kita siapkan juga cukup besar, sehingga kita batal dulu dan kita ikut kebijakan pusat. Sebab, sesuai yang kita ketahui, semua siswa akan dapat bantuan, sehingga kita sementara upayakan untuk kirim nomor siswa ke pusat lewat Dapodik sekolah. Semoga dapat berjalan sesuai kebijakan yang ada,” tandas Haumahu. (LAM)

Comment