by

Sekolah Belum Paham Asesmen Nasional

Ambon, BKA- Sejumlah sekolah di Kota Ambon mengaku belum memahami Asesmen Nasional (AN) atau Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter secara jelas yang akan diterapkan sebagai pengganti Ujian Nasional siswa.

Pasalnya, pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen di tahun 2021.


Menurut Kepala SD Negeri 1 Galala, Daniel Erupley, AN yang adalah pengganti Ujian Nasional (UN) ini, belum dijelaskan secara detail bagi Satuan Pendidikan (SP).

“Sampai hari ini, belum ada info untuk hal-hal dimaksud. Mungkin nanti dibahas kedepan ini. Tapi secara teknis sekolah belum tahu karena belum ada penjelasan mendetail ke sekolah. Kan kita belum paham, tidak mungkin mau jalankan,” ungkap Erupley, Selasa (27/10).

Sebelum menyiapkan teknis pelaksanaan, katanya, perlu ada Juknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Karena jika juknis belum ada, pihaknya khawatir akan menimbulkan salah tafsir tentang konsep AN di pelaksanaannya nanti.

Namun, ia menganggap hal tersebut lantaran kondisi pandemi Covid-19 yang membuat Dinas Pendidikan Kota Ambon belum memberikan juknis pelaksanaan AN.

“Mungkin karena masih Covid, jadi dinas belum kasih informasi. Sehingga kita tunggu saja. Sebenarnya, apapun yang pemerintah putuskan itu pasti kita laksanakan itu. Tapi kan, AN ini baru bagi kita. Paling tidak, kita paham dulu alurnya, sebelum menyiapkan anak-anak,” terangnya.

Sebagai penyelenggara AS nantinya, Ia berharap, tidak memberikan dampak bagi siswa. Lantaran ketidakpahaman pihak sekolah terhadap program tersebut. Untuk itu, Ia meminta agar ada petunjuk yang jelas bagi sekolah. Demi kelancaran AN mendatang.

“Itu yang diharapkan. Jangan sampai, kita melakukan AN yang tidak sesuai dengan alur yang sebenarnya. Jadi, kita butuh pemahaman yang baik dulu. Sebelum kita terapkan AN ini,” harap Erupley. (LAM)

Comment