by

Sekolah Belum Tahu Informasi BSU

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 3 Rumah Tiga, A. Haumahu, mengaku, belum mengetahui informasi terkait Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada pegawai non-PNS, seperti guru honorer.


“Memang beberapa bulan ini saya ikut kegiatan, jadi belum tahu soal BSU ini. Tapi sempat dengar informasi dari teman-teman guru. Saya berpikir, mungkin nanti ada informasi resmi dari pemerintah. Tapi belum ada, sehingga saya tidak tahu BSU ini seperti apa. Kalau sudah ada perintah langsung dari atasan kita, itu pasti benar. Tapi di SD Negeri 3 Rumah Tiga belum tahu soal itu. Jadi tidak tahu prosesnya,” ungkap Haumahu, Selasa (24/11).

Ia menduga, BSU ini diproses langsung oleh pemerintah pusat lewat Dapodik sekolah. Sehingga tidak perlu lagi lewat dinas maupun sekolah.

Jika demikian, katanya, maka akan lebih memudahkan pihak sekolah, dalam hal ini guru dan tenaga kependidikan non-PNS dalam melakukan pengurusan untuk memperoleh bantuan tersebut. Pasalnya, semua data sekolah, termasuk siswa dan guru, sudah terdaftar dalam Dapodik sekolah. Sehingga tinggal diproses lanjut oleh pemerintah pusat.

“Sebab kita tidak tahu dengan prosesnya. Mau buat seperti apa. Kalau benar dari pusat sudah perintahkan kita masukan nama-nama, maka kita belum masukan. Dan mungkin sekolah lain juga mengalami hal yang sama. Kita juga bingung dengan alur bantuan ini. Kalau ada surat dari pusat yang kasih ke daerah, pasti dinas telah sampaikan ke kita. Tapi ini belum untuk kasih tahu ke sekolah. Jadi mungkin benar adanya BSU itu, tapi dilakukan langsung oleh pusat lewat Dapodik masing-masing sekolah. Kan sudah ada semua data disitu, termasuk pegawai honor juga,” tuturnya.

Kendati demikian, dia akan berupaya untuk mencari informasi terkait BSU tersebut. Karena dia ingin agar guru honorer yang ada di sekolah yang dipimpinnya dapat menikmati bantuan itu.

“Karena yang saya dengar, yang non-PNS itu terima 1,8 juta. Kalau kita tidak proses, kan kasihan. Guru honor yang di sekolah lain terima, di kita tidak terima. Mudah-mudahan, ini pusat yang mengurusnya lewat Dapodik. Supaya nanti kita tinggal cek lewat Dapodik saja,” pungkas Haumahu. (LAM)

Comment