by

Sekolah di Ambon Belum Penuhi Syarat PTM

beritakotaambon.com– Seluruh sekolah khususnya tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Ambon, diakui belum memenuhi persyaratan untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) antara guru dan siswa di sekolah.

Padahal, Pemerintah Kota Ambon dalam waktu dekat akan aktifkan PTM untuk tingkat SMP. Dengan syarat, SMP yang ingin melaksanakan PTM harus memiliki capaian vaksinasi Covid-19 sebesar 80 persen untuk siswa-siswi dan guru.

Namun berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Ambon, belum ada satupun SMP di Ibukota Provinsi Maluku ini yang sudah memasukan laporan resmi terkait syarat dimaksud.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Jhon Sanders mengaku, untuk laporan secara lisan baru satu sekolah saja yakni SMP Negeri 2 Ambon, yang capaian vaksinasi sudah diangka 90 persen.

Baca juga: PTM Tidak Timbulkan Kluster Baru di Buru

“Tetapi secara resmi belum ada satupun sekolah khususnya SMP yang akan menerapkan metode PTM,” sebut Sanders, kepada wartawan, Senin (11/10).

Menurutnya, penerapan PTM di sekolah yang ada di Kota Ambon, nantinya bakal disesuaikan dengan kesiapan pihak sekolah terkait syarat tersebut.

“Sekarang ini memang belum ada (metode PTM). Sebab, harus ada sekolah yang siap sesuai persyaratan. Dan laporan capaian vaksinasi disampaikan ke kita,” ujarnya.

Diakuinya, capaian vaksinasi 80 persen menjadi syarat utama sekolah bisa lakukan PTM. Selain itu, faktor pendukung seperti sarana-prasarana pun harus disiapkan pihak sekolah.

Baca juga: 900 Peserta Ikut SKD CAT Kemenkumham Maluku

“Sarana-prasarana seperti toilet (kebersihan toilet), hand sanitizer, wastafel mencuci tangan, serta adanya satgas sekolah yang bertindak untuk mengecek dan mengawasi pelaksanaan belajar mengajar. Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” terangnya

Dia menambahkan, jika melihat situasi dan kondisi saat ini, proses belajar mengajar di Kota Ambon secara tatap muka, diperkirakan dapat berlangsung akhir tahun 2021. “Kalau siap, mungkin dalam waktu dekat sudah jalan,” pungkasnya. (IAN)

Comment