by

Sekolah di MBD Terkendala Akses Internet

Ambon, BKA- Sejumlah Satuan Pendidikan (SP) khusus SMA dan SMK di di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), masih terkendala akses internet.

Hal tersebut tentu saja menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Kepala Cabang (Kacab) Pendidikan Kabupaten MBD, Veky Hematang, dalam pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) yang direncanakan berlangsung pada September mendatang.

Dia khawatir, kendala jaringan internet membuat pelaksanaan AN tingkat SMA dan SMK di kabupaten itu berlangsung tidak maksimal.

Untuk itu, dia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar dapat memperhatikan kendala tersebut, guna menunjang proses pelaksanaan AN.

“Karena kendala kita memang soal akses internet. Sehingga pada saat Kepala Dinas (Dikbud Provinsi Maluku, red-) turun di MBD, kita sudah minta untuk perhatikan fasilitas akses internet di sekolah. Itu kendala utama di sekolah. Jadi kalau memang itu tidak diperhatikan, maka kita akan terkendala dan tentu AN akan jalan tersendat-sendat. Sebab jika asesmen itu mau berjalan dengan baik, fasilitas harus siap, dan salah satunya itu akses internet,” ujar Hematang, Senin (25/1).

Menurutnya, pada 2020 lalu, pemerintah telah menyalurkan bantuan peralatan akases internet di sejumlah sekolah. Namun informasinya, tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal, karena pengunaan peralatan tersebut membutuhkan biaya yang besar.

“Tahun kemarin ada bantuan internet, tapi kebanyakan sekolah tidak gunakan itu. Karena harus isi kuota dan itu sangat mahal. Sudah begitu, pemakaiannya juga terbatas. Jadi kita ada minta, supaya kalau bisa jaringan itu diperkuat dan tidak gunakan pulsa. Kita sudah sampaikan itu ke Ibu Kadis, kalau bisa kuota internet di sekolah-sekolah harus diperhatikan, supaya asemen ini semua sekolah bisa ikuti. Misalnya, di SMA Watuwei, Marsela, Kroing, sudah ada, tapi gunakan kuota. Sekali beli itu harga Rp 1 juta hingga Rp 3 juta, dan itu hanya dalam 2 hari sudah selesai. Sangat mahal, jadi sekolah juga kerepotan,” bebernya.

Sebagai Kacab yang baru bertugas kurang lebih setahun, Hematang memastikan, akan berupaya untuk membenahi mutu pendidikan di kabupaten bertajuk “Kalwedo” itu. Namun hal itu harus ditunjang dengan fasilitas dan peralatan yang memadai, agar semua program kerja dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan.

“Kita di MBD ini kendalahnya sangat banyak, sehingga saya juga kesulitan mencari jalan keluar. Kebetulan Kadis turun di MBD, jadi kita sudah minta fasilitas internet diperhatikan. Mudah-mudahan tahun ini, mereka bisa menjawab kebutuhan itu, khususnya SMA SMK, supaya AN maupun kegiatan online lainya bisa kita ikuti dengan baik,” harap Hematang. (LAM)

Comment