by

Sekolah Diawasi Tidak Belajar Tatap Muka

Ambon, BKA- Pasca ditemukan sejumlah sekolah yang melanggar aturan Protokol Covid-19 dengan melakukan belajar tatap muka di masa pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan Kota Ambon makin memperketat pengawasan terhadap sekolah-sekolah di Kota Ambon, agar kejadian tersebut tidak lagi terulang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Fahmi Salatalohi mengaku, pihaknya telah diinstruksikan untuk terus memantau setiap sekolah agar tidak ada yang melakukan pembelajaran tatap muka.

“Setiap hari atau tiap minggu kita turun untuk perhatikan itu sekolah-sekolah. Walaupun menurut mereka tidak ada aktivitas, kita tetap pantau terus,” kata Fahmi, kepada wartawan, Selasa (29/9).

Diakuinya, seminggu sebelum Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTTP) Covid-19 Kota Ambon temukan SD 40 yang melakukan proses belajar tatap muka di sekolah, pihaknya sudah lebih dulu mengatahui hal itu. Bahkan sudah diberikan teguran kepada sekolah tersebut. Hanya saja, penaggung jawab dari sekolah tersebut keras kepala.

“Saya ketemu itu, saya bilang harus keluar dari ruangan sekolah. Saya kasih keluar mereka. Lalu setelah itu, seminggu sebelum kedapatan, Gustu temukan itu,” bebernya.

Fahmi menyebutkan, bukan saja SD 40 yang ditemukan melakukan belajar tatap muka, tetapi ada beberapa sekolah melakukan belajar tatap muka. Dan semua itu, sudah dirampungkan dalam satu dokumen.

“Bukan SD 40 saja. Masih banyak sekolah-sekolah yang kalau tim turun, pasti ketemu seperti itu. Iya ada juga, dia punya dokumen juga lengkap semua,” tukasnya.

Untuk sanksi, lanjut dia, nantinya diberikan kepada sekolah karena tidak patuh dengan anjuran pemerintah di tengah pandemi Covid-19. “Kami tetap mengikuti tim Gustu. Karena ini kerjanya kolektif.

Kalau sanksi yang diberikan Gustu, yah kami tetap mengingat itu,” tukasnya.
Disinggung alasan sejumlah sekolah melanggar aturan protokol Covid-19 dengan belajar tatap muka, Fahmi menilai, hal tersebut mungkin karena tidak ada lokasi belajar yang baik. Sehingga, pihak sekolah, memformulasikan belajar di ruangan sekolah.

“Mereka belajar juga kan tanpa seragam itu. Proses itu kan tidak berlangsung lama. Misalnya setelah jam itu, ada juga yang datang hanya membawakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.

Dan hampir setiap hari kita himbau. Secara kelembagaan, kami serius, untuk melarang dengan keras melakukan tatap muka disekolah,” kunci Fahmi. (BKA-1)

 

Comment