by

Sekolah Disarankan Tetap Gunakan Pola BDJ

Ambon, BKA- Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Kasrul Selang menyarankan, agar seluruh sekolah di Kota Ambon yang masih dalam zona orange ini, tetap menggunakan sistim Belajar Dalam Jaringan (BDJ) atau lewat daring.

Sebab, kata dia, kerentanan penyebaran wabah Covid-19 di Kota Ambon, masih cukup tinggi. Sehingga, untuk belajar tatap muka didalam gedung sekolah belum dapat dilakukan.

“Kerentanan terhadap penularan Covid-19 di Kota Ambon kan tinggi. Jadi untuk pembelajaran secara tatap muka, kami rasa belum bisa dilakukan,” tandasnya, kepada wartawan, Minggu (22/11).

Menurut dia, apabila ada permintaan untuk seluruh sekolah di Kota Ambon harus dibuka untuk menjalankan proses belajar tatap muka, maka ada banyak pertimbangan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Dan terkait itu, lanjut Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Maluku ini, harus berbicara bersama Satgas Covid-19 Kota Ambon. Karena, kesalamatan harus diprioritaskan. “Intinya keselamatan nomor satu,” tegasnya.

Dikatakan, untuk sekolah-sekolah di aktifkan, dilihat dari hasil pertimbangan epidemiologi penyebaran Covid-19.

“Sekali lagi saya katakan, pertimbangan utama adalah keselamatan. Sebab ini bukan hanya bicara soal proses sekolah saja. Kita jangan hanya melihat dari satu sisi. Proses seperti dari rumah ke sekolah atau sebaliknya juga harus dilihat. Jangan sampai siswa itu terpapar Covid-19, atau memaparkannya ke orang lain,” ujar dia.

Apabila sekolah dibuka untuk belajar tatap muka, tuturnya, sangat dikhawatirkan penyebaran Covid-19 bisa masuk hingga kecamatan yang masih berada dalam zona hijau di Kota Ambon.

“Seperti contoh di Leitimur Selatan, sampai saat ini tidak ada kasus. Tapi kalau siswanya tinggal didalam Kota Ambon, kemudian bersekolah di Leitimur Selatan, otomatis ada potensi penyebaran Covid-19 yang di bawa kesana,” tukasnya.

Untuk itu, jangan hanya berbicara untuk sekolah dibuka. Tetapi, harus bisa melihat dari segala jenis dan perimbangan. Setelah itu, baru mengambil keputusan. Dan meski penerapan proses belajar mengajar dibuka, tetapi pelaksanaan tidak bisa serentak. Melainkan secara bertahap-tahap.

“Kalaupun sudah bisa diterapkan, pasti harus secara bertahap. Ada beberapa kabupaten kota di Maluku, yang proses pembelajaran secara tatap muka sudah berjalan sejak kemarin-kemarin di tengah pandemi Covid-19 ini. Tapi kondisi di wilayah lain di Maluku, tidak bisa kita samakan dengan di Ambon,” pungkas dia. (BKA-1)

Comment