by

Sekolah Harap Bisa Belajar Tatap Muka

Memasuki tahun ajaran baru 2021/2022, proses belajar mengajar dapat dilakukan secara tatap mula. Terutama bagi sekolah kejuruan.

Harapan tersebut disampaikan Kepala SMK Negeri 3 Ambon, Slamet Riyadi. Menurutnya, siswa sekolah kejuruan memerlukan pembelajaran secara tatap muka di sekolah.

Sebab, lanjutya, proses pembelajaran di sekolah kejuruan, bukan sekedar teori. Tapi ada mata pelajaran praktk.
Namun Slamet menyadari kondisi Kota Ambon saat ini. Proses pembelajaran belum bisa dilakukan secara tatap muka, karena pandemi Covid-19.

“Kalau saya berharap bisa Luring full. Karena kita ini SMK, jadi tidak bisa semua secara Daring. Siswa kami juga perlu praktek. Tapi karena adanya pembatasan dari pemerintah, kita harus ikut aturan yang ada,” ujarnya, Sabtu (10/7).
Walau demikian, katanya, pembelajaran di SMK Negeri 3 Ambon akan dilakukan dengan dua cara, yakni, Daring dan Luring.

Khusus untuk pembelajaran secara Luring, akan dijadwalkan setiap tiga hari sekali di sekolah. “Kami jalan secara Daring dan Luring. Itu pengaturannya setiap tiga hari, ada beberapa kelas yang Luring untuk menerima mata pelajaran produktif serta praktek. Sedangkan yang lain secara Daring dulu menerima materi. Ini kita buat bergantian, agar tidak terjadi kepadatan siswa. Tentu saja protokol kesehatan kami perketat,” jelasnya.

SMK Negeri 3 Ambon untuk tahun ini, lanjutnya, menerima siswa sebanyak 14 rombongan belajar (Rombel). Setiap Rombel berisi sekitar 30 siswa.
“Tahun ini yang mendaftar itu 500 lebih siswa. Tapi kami hanya menerima untuk 14 rombel, yang setiap rombelnya berisi 30-an siswa. Di sini kami memiliki 5 jurusan dengan 9 kompetensi keahlian,” tutup Slamet. (BKA-1)

Comment