by

Sekolah Kembali Diingatkan Hindari Pungli

Ambon, BKA- Jelang penerimaan siswa baru, seluruh sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Ambon kembali diingatkan untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli). Jika kedapatan sekolah melakukan pungutan terhadap orang tua murid, maka akan ditindak tegas.

“Berulang kali sudah kita sampaikan kepada pihak sekolah SD maupun SMP. Untuk hindari pungutan apapun jelang penerimaan siswa baru. Karena kalau kedapatan tentu ada sanksi tegas kepada pihak sekolah. Dan jika ada pungutan, orang tua bisa melapor ke dinas,” pesan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Fahmy Salatalohy, saat dikonfirmasi koran ini, Jumat (19/6).

Diakuinya, pihak sekolah juga telah diminta untuk tetap konsisten terhadap sistem zonasi yang diberlakukan. Hal tersebut untuk menyamaratakan peminat di sekolah-sekolah terdekat. Maka itu, harus ada konsisten yang diberlakukan untuk mendukung mendukung sistem zonasi efektif di Kota Ambon.

Menurut Fahmy, dengan sistem zonasi yang diberlakukan secara konsisten, secara perlahan membuat sekolah-sekolah yang awalnya kekurangan siswa akan berimbang dengan sekolah yang sebelumnya kelebihan siswa.

Dengan begitu, sekolah yang ada dapat berkembang bersama dengan baik dan dapat memenuhi kuota yang diperlukan.

“Artinya ini betul-betul mendudukan porsi sekolah-sekolah yang dulu dianggap sekolah favorit itu disamaratakan misalnya ada sekolah swasta yang peminatnya rendah dengan zonasi ini mungkin mereka bisa dapat murid yang representatif,” tuturnya.

Dikatakan, sistem zonasi yang diterapkan secara otomatis dapat meminimalisir kepadatan peminat di sekolah yang dianggap sebagai favorit padahal rumah siswa yang mendaftar jauh dari sekolah.

Sehingga harus benar-benar diterapkan secara konsisten untuk memaksimalkan kebijakan dari pemerintah pusat tersebut.

“Jadi dinas pendidikan tetap berkomitmen terhadap zonasi yang ditetapkan dari tahun kemarin maupun tahun sekarang dia mengalami peningkatan. Sebenarnya kita terapkan zonasi untuk meminimalisir kepadatan peminat yang ada di sekolah yang dianggap favorit,” tambahnya.

Lanjutnya, dengan sistem zonasi juga tidak akan adanya siswa titipan karena akan memperburuk sistem yang telah diberlakukan.

“Masalah zonasi ini tetap berlaku pada kebijakan pemerintah pusat, jadi tidak ada yang namanya titipan-titipan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah mengevaluasi seluruh sekolah yang ada dan pendaftaran disesuaikan dengan sistem zonasi maupun pendaftaran dengan sistem online maupun offline.

“Jadi kami sudah mengevaluasi seluruh sekolah dan itu pastinya di masa covid ini pendaftaran dilakukan secara online dan juga offline hampir semua sekolah sudah punya fasilitas itu dan mungkin di wilayah-wilayah itu sarana internetnya belum memadai memang harus offline,” tutupnya. (DHT)

Comment