by

Sekolah Makin Kewalahan Lakukan PJJ

Ambon, BKA- Kepala SMP Negeri 23 Ambon, Fatmawaty Naim, mengungkapkan, tak mampu lagi menangani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sampai saat ini masih dilakukan, karena siswa semakin jenuh sehingga sulit untuk belajar.

Namun hal itu tetap dilakukan meski banyak kendala, mengingat belum ada ijin pelaksanaan Belajar Tatap Muka (BTM) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Apalagi Kota Ambon masih dalam zona orange.

“Makanya kita sebagai guru juga pusing dengan hal ini. Apalagi anak-anak sudah jenuh. Tetap saja belum bisa tatap muka, karena masih dilarang,” ungkap Naim, Selasa, (2/2)

Namun demikian, proses belajar mengajar pada semester genap ini, katanya, masih tetap berjalan secara Daring maupun Luring. Sambil berharap, secepatnya ada kebijakan BTM dari Pemkot Ambon.

“Kita juga tidak bisa berbuat apa-apa, meskipun proses belajar mengajar akhir-akhir ini, ada anak yang tetap masuk, ada juga yang tidak masuk kelas virtual. Kita tetap ikut aturan pemerintah. Awalnya, proses PJJ ini berjalan baik, tapi begitulah. Semakin lama, anak-anak jenuh, jadi tidak belajar dengan baik. Semoga cepat ada kebijakan dari pemerintah, supaya anak-anak kembali BTM,” harap Naim.

Saat ini, lanjutnya, orangtua pun sudah mulai jenuh dengan PJJ. Sehingga mereka terus meminta untuk secepatnya BTM. Akibatnya, berbagai strategi pembelajaran yang dilakukan melalui Daring dan Luring, selalu terkendala.

“Keinginan siswa sekarang hanya BTM. Jadi sekolah mau gunakan strategi apapun, tetap berjalan tidak efektif. Tapi kan, sekolah tidak mungkin diam. Ada saja upaya agar anak-anak tetap ikut PJJ, sampai ada intruksi selanjutnya dari Pemkot Ambon,” pungkasnya. (LAM)

Comment