by

Sekolah Perlu Kejelasan Terkait AN

Ambon, BKA- Mendekati pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) tahun 2021, sekolah minta kejelasan terkait teknis pelaksanaanya. Apalagi ditengah situasi dan kondisi pandemi Covid-19.

Kepala SD Negeri 5 Ambon, Amir Suailo, mengatakan, kejelasan itu sangat penting. Jangan sampai teknis pelaksanaannya berubah, disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.

Kalau terjadi perubahan, katanya, tentu saja itu akan mebuat sekolah menjadi kewalahan. Sebab ini merupakan sistem baru.

“Harus ada kejelasan kepada pihak sekolah dulu. Sebab dengan pandemi begini, bisa saja teknis pelaksanaannya berubah. Apakah penilaiannya disesuaikan dengan kondisi hari ini, atau secara normal. Itu perlu diketahui oleh sekolah,” kata Suailo, Kamis (21/1).

Jadi jika ada penyesuaian teknis dengan Covid-19, perlu juga disampaikan kepada pihak sekolah sejak awal, agar dalam pelaksanaannya tidak melenceng dari yang diharapkan.

Menurutnya, Satuan Pendidikan (SP) yang merupakan penyelenggara AN, sebenarnya sudah harus memahami secara detail teknis pelaksanaannya. Namun kenyataannya, rata-rata semua tingkat SP belum mengetahui alur pelaksanaan dari program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim itu.

“Sampai hari ini, belum ada info untuk hal-hal dimaksud. Mungkin nanti dibahas kedepan ini. Tapi secara teknis, sekolah belum tahu karena belum ada penjelasan mendetail ke sekolah. Kan kita belum paham, tidak mungkin mau jalankan. Apalagi ini merupakan yang pertama kalinya dalam proses evaluasi mutu pendidikan kita. Paling tidak, ada penjelasan awal dulu, biar kita juga paham maksudnya,” bebernya.

Kalau hal itu tidak dilakukan, dia khawatir, AN tidak memberikan hasil yang maksimal, akibat teknisnya tidak dijalankan dengan baik. Padahal AN diharapkan mampu merubah bahkan memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia.

“Mungkin karena masih Covid, jadi dinas belum kasih informasi. Sehingga kita tunggu saja. Sebenarnya, apapun yang pemerintah putuskan, itu pasti kita laksanakan. Tapi kan AN ini baru bagi kita. Paling tidak, kita paham dulu alurnya, sebelum menyiapkan apa yang perlu disiapkan. Takutnya, ketika hasilnya tidak memuaskan, sekolah yang disalahkan,” pungkasnya.(LAM)

Comment