by

Sekolah Siap Belajar Tatap Muka

Ambon, BKA- Proses belajar mengajar hingga kini di Kota Ambon masih dilaksanakan secara jarak jauh atau Belajar Dari Rumah (BDR) secara Daring maupun Luring, karena masih dalam pandemi Covid-19.

Untuk itu, ketika pihak sekolah diizinkan untuk menjalankan proses pembelajarannya seperti dahulu, Kepala SD Negeri 67 Ambon, D. Iwamony, menegaskan telah siap, jika pada saatnya proses belajar mengajar kembali dilakukan secara tatap muka di sekolah.

Pasalanya, anak-anak terus mengeluh adanya proses belajar Daring maupun Luring yang terus dilakukan hingga saat ini. Maka menurutnya, jika pemerintah kembali membuka sekolah, Ia akan tetap siap untuk menjalankannya. Karena telah menyiapkan peralatan protokoler kesehatan, untuk mencegah adanya penyebaran virus.

“Ini soal kesiapan kita sekolah. Kalau semua sudah siap, kemudian diatur secara baik. Akan menjamin berjalan dengan baik sesuai dengan protokol kesehatan. Mulai dari pengadaan masker, tempat cuci tangan, alat pengukur suhu, hingga kesiapan pencegahan dan penanganan Covid-19 lainnya. Sudah siap. Jadi, kalau belajar tatap muka, kita siap jalankan,” ujar Iwamony, Selasa (27/10).

Iwamony menjelaskan, selain teknis belajar tatap muka diperhatikan, peralatan kesehatan juga penting untuk disiapkannya, agar proses belajar tatap berjalan lancar tanpa penyebaran virus di lingkungan sekolah.

“Kita sudah siapkan masing-masing siswa punya masker, ada juga tempat cuci tangan dan sabunnya, alat pengukur suhu. Ini untuk menjaga, dan mengantisipasi virus di sekolah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga siap mengatur jaga jarak antara siswa, jika sekolah kembali dibuka sebagai tempat belajar mengajar.

“Jaga jarak dan penyemprotan ruang-ruang kelas pun akan dilakukan sebelum siswa masuk belajar. Jadi, semua itu kita siapkan, kalau belajar tatap muka diijinkan, langsung kita masuk sekolah,” tuturnya.

Untuk itu, Ia berharap agar virus Corona secepatnya hilang, karena proses belajar jarak jauh terus diperpanjang di Kota Ambon.

“Sebab, sepanjang masih ada PJJ, tetap saja ada kendala dan keluhan. Sehingga lebih baik kita belajar tatap muka dengan syarat protokol kesehatan digunakan. Tapi itu semua pemerintah lewat dinas yang atur. Kan disesuaikan dengan kondisi. Mudah-mudahan, Kota Ambon kembali warna hijau supaya kita kembali belajar tatap muka,” harapnya. (LAM)

Comment