by

Sekolah Swasta Bisa Terima Bantuan Pemerintah

Ambon, BKA- Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku, Annisa, mengatakan, sekolah swasta juga bisa menerima bantuan dari pemerintah, jika didukung dengan jumlah siswa dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang selalu ter-up-date.

“Pemerintah memberikan bantuan dari Kemendikbud, misalnya, Anggaran Pendapat Belanja Negara (APBN) atau Dana Alokasi Khusus (DAK), itu yang dilihat Dapodiknya. Operator sekolah harus selalu meng-up-date Dapodik. Kalau Dapodik diisi dengan benar dan tepat sesuai kebutuhan, sehingga tinggal hanya mengisi pada menu yang tersedia. Bantuannya juga bisa dilakukan pada sekolah swasta, termasuk SMK dan juga harus ditunjang dengan jumlah siswa menimal 60 siswa,” jelas Annisa pada koran ini, Rabu (17/2).

Dikatakan, di dalam pengisian Dapodik, sekolah bisa mencantumkan apa saja yang menjadi kebutuhan sekolah, seperti, toilet, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) laboratorium komputer, termasuk sarana prasarana penunjang pendidikan SMK swasta, jika benar-benar belum memiliki apa yang diminta.

Untuk itu, tugas dan tanggungjawab operator harus terus meng-up-date Dapodiknya setiap saat. Jangan dibiarkan tidak diisi, karena akan menjadi perhatian dari pihak Kemendikbud untuk bisa menindaklanjuti.

“Jadi harus diingat, bahwa Dapodik ini linearnya dengan aplikasi Krisna atau aplikasi bantuan, yang biasanya di bulan Maret depan ini, Krisna menarik semua data permintaan bantuan dari Dapodik. Jadi saya selalu kasih ingat buat Kepsek, agar setiap bulan harus up-date Dapodik-nya, sehingga mereka harus selalu ingatkan operatornya untuk bisa meng-up-date Dapodik-nya,” ingatnya.

Kata Annisa, jika sekolah tidak meng-up-date, maka sudah pasti Dapodik-nya tidak pernah memiliki data terbaru. Hal itu akan membuat sekolah mundur kebelakang.

“Jika aplikasi Krisna sudah menarik dari Dapodik, aplikasi Krisna hanya melihat sekolah mana yang masih membutuhkan dan ini berlaku untuk semua SMK negeri maupun swasta. Jika data sekolah sudah masuk di Krisna, ada tanda kode berupa warna hijau, kuning, orange dan merah. Jadi yang kita prioritaskan pertama adalah warna hijau, karena dalam pengisiannya dianggap sudah bagus dan sempurna sesuai yang diminta Krisna,” jelasnya.

Terkait dengan ketentuan jumlah siswa, Annisa mengaku, kalau sebenarnya didalam aturan sekolah penerima bantuan menimal siswanya berjumlah 60 orang. Namun hal itu tidak menutupi kemungkinan bagi sekolah yang tidak mencukupi itu juga bisa. Semua tergantung pihak kementerian.

“Ya, kemarin saya fikon online dengan Kementerian, bahwa sebenarnya mereka memberikan bantuan bagi SMK yang jumlah siswanya 60 orang. Kalau di bawah itu, tidak menerima bantuan. Jadi mereka (sekolah) sebenarnya dipacu sama pemerintah, bagaimana sekolah bisa mencari perhatian masyarakat untuk bisa menyekolahkan anaknya di SMK. Sehingga peran guru dan Kepsek juga harus memiliki inovasi, agar sekolah menjadi daya tarik tersendiri. Bukan hanya swasta, itu juga berlaku bagi sekolah negeri yang jumlah siswanya dibawa 60,” tandasnya.(LAM)

Comment