by

Sekolah Swasta Diminta Lebih Berkerjasama

beritakotaambon.com – Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Barat Daya, Ferdinand Lewier, meminta semua sekolah swasta di kabupaten itu, untuk lebih bekerja sama dengan pemerintah.

Kerja sama itu penting dibangun, katanya, untuk pengembangan setiap sekolah swasta ditingkat TK, SD maupun SMP, baik untuk pembangunan kualitas siswa maupun infrastruktur.

Lewier mengaku, berbagai isu pendidikan yang berkembang di Kabupaten MBD saat ini, banyak berkenaan dengan minimnya kualitas dan pembangunan infrastruktur pendidikan.

Baca juga:
Maularak: Bukan Soal Sesuai Prosedur, Tapi Soal Keselamatan Warga

Rata-rata, lanjutnya, masalah itu terjadi pada sekolah swasta. Sebab perhatian pemerintah lebih tertuju pada sekolah negeri.

Namun dari masalah tersebut, katanya, tetap saja publik menyorot pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan.

“Sekolah swasta kan memiliki pengelola sendiri yang bertanggungjawab terhadap upaya pembangunan dan pengembangan sekolah. Nah, ini yang harus diluruskan, agar masyarakat tidak tertangkap dengan isu-isu yang dimainkan. Bahwa benar, Dinas Pendidikan mengurus sekolah-sekolah, tapi itu fokusnya pada sekolah negeri. Kalau sekolah swasta, ada pengelolanya sendiri. Kalau ada kekurangan guru atau gedung yang tidak memadai, maka pihak pengelola yang harus datang ke dinas laporkan, supaya kita sama-sama cari jalan keluarnya. Sebab, sekolah swasta itu urusan full pengelola, bukan dinas pendidikan,” ujar Lewier, Selasa (21/10)

Dia mencontohkan, Taman Kanak-Kanak (TK) yang berada Kota Wonreli, Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten MBD. Puluhan siswa TK tersebut dikabarkan belajar di emperan kelas dan halaman sekolah, karena kapasitas ruangan tidak lagi memadai.

Baca juga: Himapel Pertanyakan Data Kemiskinan Ekstrim KKT

Menurutnya, persoalan tersebut sebenarnya menjadi tanggung jawab yayasan yang mengelola TK itu. Bukan menjadi tanggung jawab pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan.

Dinas Pendidikan, jelasnya, tidak pernah mendapatkan laporan perkembangan sekolah swasta. Sehingga jika ada persoalan, maka kinerja pihak pengelola yang harus dipertanyakan. Bukan Dinas Pendidikan.

“Selama ini pihak pengelolanya dimana? Selama ini tidak pernah laporkan kepada dinas. Yang kami ketahui, kan hanya satu sekolah TK negeri yang berada di Kota Tiakur. Yang lainnya itu sekolah swasta, yang dikelola oleh pemerintah desa dan juga dari pihak lainnya. Bahwa bukan dinas tidak bertanggungjawab, tapi karena tidak ada kerjasama yang baik dari pihak pengelola, sehingga sekolah jadi berantakan. Itu sebabnya, saya meminta kedepannya, sekolah swasta lebih tingkatkan kerjasama. Supaya jika ada persoalan, bisa diselesaikan bersama. Kalau dinas bisa bantu, ya kenapa tidak bisa. Itu yang sangat diharapkan. Jangan setiap persoalan sekolah itu menjurus pada Pemda. Semoga kita kedepan lebih semangat dalam membangun kualitas sekolah-sekolah di MBD,” harap Lewier. (LAM)

Baca juga: Babinsa Bantu Warga Lakukan Pengecoran Gedung Serbaguna

Comment