by

Sekolah Terus Didorong Maksimalkan PJJ

Ambon, BKA- SD Kristen Nania terus memaksimalkan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan secara Daring, dengan memanfaatkan sejumlah aplikasi pembelajaran yang tersedia.
Ada sejumlah aplikasi yang digunakan oleh guru untuk memaksimalkan proses pembelajaran secara Daring, yakni, wathsaap, googleclassroom, zoom.

Namun, seiring dengan perkembangan, sekolah milik yayasan Dr. J.B. Sitanala ini mulai beralih menggunakan aplikasi yang baru, yakni, Microsoft Office 365.

“Jadi setelah kita mendapatkan sosialisasi dari pihak yayasan, saat ini kita sementara dalam proses pembelajaran, terkait dengan cara penggunaan Office 365. Sekarang kita didorong untuk terus memperbarui aplikasi belajar Daring, karena memang PJJ ini masih terus berjalan. Memang sejumlah aplikasi yang sementara kita gunakan ini juga membantu, tapi, dengan situasi sekarang ini, baiknya kita gunakan aplikasi yang lebih memudahkan, supaya tidak membebani para siswa dan juga para guru dalam belajar,” ungkap Kepala SD Kristen Nania, Marthin Pattinasarany, Kamis (3/9).

Semua upaya itu dilakukan, katanya, agar siswa dapat belajar dengan baik. Karena disadari, kalau proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19, berjalan tidak maksimal.

Hal itu dapat dilihat dari upaya penyederhanaan materi pelajaran, yang tentu nanti akan sangat berdampak pada hasil belajar siswa maupun proses penilaiannya.

“Nah dengan penggunaan aplikasi Office 365 ini, ada banyak keunggulan yang bisa kita dapatkan. Pertama, semua materi yang dikerjakan akan tersimpan secara otomatis. Kedua, aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan sebagai daftar hadir, karena siswa yang hadir dapat diketahui. Yang paling penting lagi, kalau dalam penilayan, katakanlah dalam bentuk Pilihan Ganda (PG), meskipun lewat Hp, hasil pekerjaan siswa itu akan tersimpan sekaligus dengan nilainya. Jadi dari proses belajar sampai dengan penilaian, aplikasi ini kerja otomatis. Bahkan dalam perekapan nilai juga lebih mudah,” paparnya.

Dengan berbagai upaya yang dilakukannya, dia berharap, proses belajar siswa secara PJJ dapat berjalan dengan baik. Pasalnya dengan adanya kurikulum darurat, masing-masing Satuan Pendidikan (SP) akan menyederhanakan materinya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Sehingga perlu kesiapan, bukan saja dari segi kompetensi, tapi juga kesiapan aplikasi pendukung.
(LAM)

Comment