by

Sempat Tajam, Striker Berdarah Maluku di Belanda Kini Alami Paceklik Gol

Sempat bertaji dan rutin mencetak beberapa gol di Liga Belanda, kini kiprah salah satu striker berdarah Maluku ini justru alami paceklik gol akibat cedera panjang. Siapakah dia?

Adalah Ragnar Oratmangoen, pemain berusia 23 tahun tersebut memang sempat curi perhatian media Tanah Air usai pernyataan dirinya yang mengaku punya darah Indonesia.

Melansir dari salah satu wawancaranya, diketahui bahwa penyerang kelahiran Oss tersebut memiliki darah Indonesia lewat sang Kakek dan Nenek yang berasal dari Tanimbar, Maluku.

Bermain bersama SC Cambuur yang mentas di Keuken Kampioen Divisie atau kasta kedua Liga Belanda musim ini, performa Ragnar Oratmangoen terbilang cukup impresif.

Bahkan, Ragnar Oratmangoen mampu tampil gemilang dalam pertandingan uji coba kontra tim kasta keempat Liga Belanda, ONS Sneek pada pertengahan 2020 lalu.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Cambuur-Stadion tersebut, Ragnar Oratmangoen menunjukkan performa menawan dengan sumbangsih tiga gol. Peran Ragnar Oratmangoen yang dimainkan sebagai winger kiri, berhasil membantu klubnya menang besar dengan 11-0.

Selain di masa uji coba, ketajaman Ragnar Oratmangoen juga sempat teruji di musim kompetisi resmi. Tercatat, jebolan NEC Youth ini berhasil mencetak satu gol pada gelaran Keuken Kampioen Divisie.

Namun sayang, performa Ragnar Oratmangoen alami penurun lantaran cedera serius yang didapatkan saat menghadapi TOP Oss pada pekan ke-4 Keuken Kampioen Divisie bulan September lalu.

Akibat cedera di bagian pergelangan kaki tersebut, Ragnar Oratmangoen pun harus absen hingga enam pertandingan untuk jalani proses pemulihan.

Usai cedera panjang tersebut, Ragnar Oratmangoen perlahan mulai bangkit dan menemukan sentuhan terbaiknya di lapangan. Puncaknya, pemain yang juga bisa menempati posisi winger ini kembali mencatatkan nama di papan skor saat timnya menghadapi Go Ahead Eagles pada putaran kedua Piala Liga Belanda.

Meski sukses menemukan kembali ketajamannya, namun pelatih SC Cambuur yakni Henk de Jong, tampaknya belum bisa mendapatkan posisi ideal untuk memainkan Ragnar Oratmangoen secara reguler.

Selain itu, menumpuknya stok pemain depan dan kekhawatiran pelatih akan cedera kambuhan Ragnar Oratmangoen juga jadi alasan minimnya jam terbang yang ia dapat musim ini.

Alhasil, Ragnar Oratmangoen pun kerap kali berpindah posisi mulai dari winger kiri hingga gelandang serang yang bukan kemampuan terbaiknya.

Kurangnya kesempatan tampil reguler serta penempatan posisi yang kurang ideal, membuat keran gol Ragnar Oratmangoen mulai alami paceklik.

Total di musim ini, Ragnar Oratmangoen baru mencatatkan dua gol dari sembilan pertandingan, dengan catatan waktu bermain hanya 125 menit.

Berbanding terbalik saat musim lalu, dimana Ragnar Oratmangoen sukses 27 tampil dengan 17 diantaranya sebagai starter, serta mencatatkan 4 gol dan 4 assist buat SC Cambuur di semua kompetisi.

Dengan sisa musim yang masih sangat panjang, mampukah Ragnar Oratmangoen kembali menemukan permainan terbaiknya dan jadi andalan SC Cambuur untuk raih tiket promosi ke Eredivisie? Menarik dinantikan. (INT)

Comment