by

Sengketa Berakhir, Nurlette Siap Memerintah

Ambon, BKA- Mata Rumah Tau atau Mata Rumah Parentah Nurlette, Negeri Batumerah, Kecamatan Sirimau, mengaku siap memerintah. Sebab, sengketa Mata Rumah Parentah antara Hatala dan Nurlete di negeri adat tersebut dinilai telah berakhir.

Seluruh gugatan dari pihak penggugat (Mata Rumah Tau Hatala) telah ditolak oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dengan menyetujui Mata Rumah Tau Nurlete sebagai Mata Rumah Parentah yang dianggap sah dimata hukum.

Kuasa Hukum Tergugat, Alwalid Muhammad mengatakan, sesuai putusan nomor 12/G/2020/PTUN/ABN menjelaskan, gugatan yang diajukan oleh penggugat terhadap Saniri Negeri Batu Merah tidak dapat diterima PTUN.

Dia juga menjelaskan, berdasarkan prosedur hukum terkait gugatan ke PTUN, ketika PTUN tidak terima maka ada beberapa syarat-syarat formil yang tidak dipenuhi pihak penggugat. Dan dalam materi penggugat, meminta pihak PTUN untuk batalkan Surat Keputusan (SK) Saniri Negeri Batumerah, terkait Mata Rumah Parentah. Dan itu tidak ada syarat formil yang diajukan, sehingga gugatan tersebut harus ditolak PTUN.

Alwalid menyebutkan, sebuah keputusan Saniri bagian dari rangkaian proses untuk menetapkan Mata Rumah Parentah. Dia berpendapat, bahwa gugatan penggugat tidak dapat diterima karena keputusan Saniri Negeri terkait Mata Rumah Parentah di negeri setempat belum final.

“Keputusan final untuk menetapkan Mata Rumah Parentah itu ada pada walikota. Namun sebelumnya harus ditetapkan melalui peraturan negeri (Perneg-red). Penetapan Mata Rumah Parentah sebagaimana diatur pada Perda nomor 8 tahun 2017 tentang Negeri, itu disebutkan bahwa Mata Rumah Parentah itu ditetapkan melalui Perneg. Sementara di Negeri Batu Merah masih dalam proses pembahasan. Setelah Perneg itu dibahas, kemudian diusulkan ke Walikota Ambon lewat Biro Hukum. Setelah itu dikembalikan ke pemerintah negeri guna diperbaiki,” jelasnya.

Alwalid juga mengaku, usai diperbaiki Perneg tersebut, akan dikembalikan ke Pemerintah Kota untuk ditindaklanjuti. Sambil menunggu putusan dari PTUN atas perkara yang ada. Dan ketika gugatan penggugat tidak dapat diterima, dirinya berharap walikota segera mengesahkan Perneg tentang Mata Rumah Parentah di Negeri Batumerah yang telah diusulkan.

Tak hanya itu, menurutnya, berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Kewilayahan Kota Ambon beberapa waktu lalu, menegaskan bahwa untuk mengesahkan Perneg tersebut, walikota hanya menunggu putusan dari pihak PTUN.

Ia berharap, agar Walikota Ambon segera mengesahkan marga Nurlete sebagai Mata Rumah Parentah di Negeri Batumerah. Karena ketika PTUN menolak gugatan penggugat maka untuk mengesahkannya yakni ada pada walikota sesuai keputusan Saniri. (BKA-1)

Comment