by

Senin, Lapak Pedagang Mardika Dipagari

Ambon, BKA- Kendati lapak pedagang di pasar Mardika telah dibongkar untuk rencana revitalisasi pasar Mardika modern, sejumlah pedagang masih memilih berjualan di area sekitar hingga membuat kemacetan. Untuk itu, lokasi lapak tersebut akan dipagari oleh Pemerintah Kota Ambon.

Hal ini disampaikan Kepalada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Pieter Leiwol, kepada wartawan di Balai Kota, Jumat (25/9). Diakuinya, paling lambat Senin (28/9) pekan besok. Setelah dipagari dengan atap seng, hanya seluas bodi mobil yang bisa melintas dilokasi tersebut.

Dengan begitu, pedagang dimungkinkan bisa sadar. Dan ini dibuat, bukan karena kepentingan semata. Tetapi untuk masyarakat, termasuk pedagang. Dengan cara dimaksud, pedagang dapat keluar dari lokasi itu.

“Sebenarnya, kita tidak sampai tingkat pembongkaran seperti itu. Kalau pedagang bisa pahami terkait kerja sama ini. Kita tidak sampai ditingkat begitu. Ini dilakukan untuk kepentingan pedagang, bukan untuk kepentingan siapa,” ungkap Pieter, kepada awak Media, di Balai Kota, Jumat (25/9).

Padahal, akui Pieter, sebelum pembongkaran, pedagang telah diberikan himbauan. Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) telah menyiapkan tiga lokasi pasar untuk berjualan, sembari menunggu usai revitalisasi pasar tersebut oleh Dinas PUPR Kota Ambon.

“Kita sengaja tidak angkat puing. Karena kalau diangkat, sama saja kita berikan ruang untuk pedagang berjualan. Kemarin saja, ketika ada pembongkaran, mereka masih berjualan. Kita kan tidak bisa dengan kekerasan. Semua ini dilakukan, untuk pembangunan,” tegasnya.

Kata dia, sejauh ini, hampir 70 persen lapak pedagang yang dibongkar menggunakan alat berat (eksavator). Untuk gedung putih sendiri, masuk dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku dan dipastikan akan tetap digusur.
Disinggung berapa jumlah anggaran yang dipakai buat pembongkaran tersebut, Pieter enggan menjawab. Menurutnya hal tersebut tidak dapat Ia prediksi.
Sekedar tahu, sepanjang pembongkaran, Disperindag Kota Ambon telah melibatkan sejumlah anggota TNI, Polri dan Satpol PP Kota Ambon untuk menjadi tim pengawal. (BKA-1)

Comment