by

Sering Dihujat, Rozaq Gorok Fajar

beritakotaambon.com – Tak tahan dengan berbagai hujatan yang sering dilontarkan Fajar Priambodo (35), Miftakhul Rozaq (31) nekat menggorok teman sesama Anak Buah Kapal (ABK) KM Putra Harapan 6.

Peristiwa berdarah yang menewaskan korban Fajar itu, terjadi 13 September 2021, di dek kapal tersebut saat berada diposisi 133.30.500 BT dan 07.02.000 LS.

Awalnya, pelaku Rosaq dan korban Fajar berada di dapur untuk mengambil makanan. Saat itu, korban sempat menghujat pelaku sambil melotot.

“Korban mengatakan kepada pelaku, “badan kecil, makan banyak,” ungkap Kasat Serse Polres Aru, Iptu Galu F Saputra, kepada wartawan di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Rabu (15/9).

Dari peristiwa itu, pelaku mendendam. Pelaku langsung mengambil pisau dapur yang berada di dinding dapur kapal, kemudian berjalan di belakang korban.

Saat korban menunduk mengambil air minum, pelaku langsung menggorok leher korban menggunakan pisau dapur.

Baca juga: Masyarakat Adat Marafenfen Minta Keadilan

Korban berteriak meminta tolong beberapa kali, sebelum terjatuh di depan kamar mesin.

Melihat korban yang sudah tidak berdaya, pelaku kembali beraksi lebih brutal. Pelaku menusuk korban beberapa kali pada bagian dada dan pinggang.

“Usai menusuk korban, pelaku kemudian meninggalkan korban di depan pintu kamar mesin. Dia menuju tengah kapal dan membuang pisau tersebut ke laut. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka iris pada bagian leher serta luka tusuk di bagian dada dan pinggang, yang menyebabkan korban meninggal dunia,” jelas Iptu Galu.

Rupanya hujatan itu bukan satu-satunya penyebab pelaku dendam terhadap korban.
Menurut Iptu Galu, dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, diketahui kalau sakit hati dan dendam itu sudah muncul sejak di Jakarta, sebelum menjadi ABK KM Putra Harapan 6.

Korban, terang Iptu Galu, pernah mengancam akan memukul pelaku yang saat itu tidak mau menjadi ABK, karena uang panjar sebesar Rp 2.500.000 yang perjanjian awal akan dipotong Rp 1.200.000, ternyata dipotong Rp. 2.000.000 oleh Calo yang merupakan teman korban.

“Kasus ini awalnya dari sakit hati pelaku terhadap korban. Korban ini kerap lakukan perbuatan tak baik kepada pelaku,” kata Iptu Galu.

Baca juga: Balita Tewas di Kolam Gereja

Pelaku Miftakhul Rozaq (31), lahir di Kendal, 7 September 1990, alamat Krajan RT 003 RW 001, Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah.

Sementara, korban Fajar Priambodo (35), lahir Surabaya, 10 Oktober 1986, alamat Jalan Karet Pedurenan GG H Dul RT 005 RW 007, Desa Karet Kuningan, Kecamatan Setia Budi Kota, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi sesama ABK, visum terhadap jenazah korban dan olah TKP di atas KM Putra Harapan 6 di kawasan Kolam Bandar Perikanan Dobo, maka pelaku resmi kami tahan. Pelaku kami jerat dengan Pasal 338 KUHP, karena sengaja menghilangkan jiwa orang lain dengan hukuman penjara 15 tahun,” pungkas Iptu Galu.(WAL)

Comment