by

Serobot Lahan, Oknum PNS Diganjar 1,7 Tahun Bui

beritakotaambon.com – Abdul Gafur Anggoda, salah satu PNS guru yang bertugas di SD Negeri 2 Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), harus meringkuk di sel tahanan selama satu tahun tujuh bulan (1,7) penjara.

Pria 57 tahun ini divonis terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dan penyerobotan lahan milik Yanes Tanisiwa, tepatnya di Kawasan Batu Koneng, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, kota Ambon.

Di dalam amar putusan kasasi Mahkamah Agung RI, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 372 dan 385 KUHP.

“Terdakwa dinyatakan berbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dan penyerobotan lahan milik orang, sehingga terdakwa harus di hukum selama 1,7 tahun penjara,” ujar Rony de Costa, salah satu pemilik lahan kepada Beritakota Ambon, Rabu (18/8).

Kata Rony, kasus ini dilaporkan ke kepolisian setelah pihak yang merasa dirugikan atas perbuatan terdakwa, karena menjual lahan seluas 8.820 meter persegi,yang diatasnya berdiri 11 bangunan rumah milik orang lain. Perbuatan terdakwa ini diketahui saat dirinya menjual lahan itu sebagian kepada saksi Alfian Wailaulu, warga masyarakat Hitu.

Baca juga: Tiga Terdakwa Kasus Merkuri Terancam 1,6 Bui

“Karena belakang diketahui, lahan itu bukan milik terdakwa tapi milik Yanes Tanisiwa, akhirnya yang bersangkutan dilaporkan ke pihak kepolisian,” jelasnya.

Dia mengaku, kasus ini, sidang di Pengadilan Negeri Ambon. Putusan majelis hakim Pengadilan negeri Ambon, 1,7 tahun, kemudian terdakwa ajukan banding, namun hukumannya sama.

“Selanjutnya terdakwa kasasi ke MA, namun tetap putusan kasasi 1,7 tahun penjara. Akhirnya terdakwa sudah dieksekusi ke sel tahanan,” tandas Rony. (SAD)

Comment